Kemarau Pangkas Produksi Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki untuk Warga
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap pelayanan air bersih di Kota Balikpapan. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terpaksa mengurangi kapasitas produksi di dua instalasi pengolahan air (IPA) akibat menyusutnya ketersediaan air baku.
Dua instalasi yang terdampak yakni IPA Teritip di Balikpapan Timur dan IPA Waduk Manggar Km 12 di Karang Joang, Balikpapan Utara. Kondisi terparah terjadi di IPA Waduk Manggar Km 12 yang saat ini tidak mampu beroperasi secara normal.
Direktur Teknik PTMB M. Kohiruddin mengatakan, dari sembilan IPA yang dimiliki, dua instalasi tersebut mengalami gangguan produksi cukup signifikan.
“IPA Waduk Manggar Km 12 yang biasanya sampai 80 atau 100, sekarang mati total dan hanya bisa mungkin beroperasi di sore atau malam hari saja,” kata Kohiruddin, Selasa (8/9/2026).
Padahal, dalam kondisi normal IPA Waduk Manggar Km 12 mampu menghasilkan sekitar 80 hingga 100 liter air per detik. Kondisi serupa terjadi di IPA Teritip. Produksi yang biasanya mencapai 200–220 liter per detik kini turun menjadi sekitar 100–110 liter per detik.
Penurunan produksi tersebut berimbas langsung terhadap durasi pelayanan pelanggan. PTMB memperkirakan masyarakat di wilayah yang bergantung pada dua IPA tersebut tidak mendapatkan pasokan air selama 24 jam seperti kondisi normal.
“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak maksimal 24 jam, tapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,” ujarnya.
Disebar ke 3 Titik
Sebagai langkah mitigasi, PTMB menyiapkan 17 unit truk tangki untuk memperkuat distribusi air bersih kepada masyarakat. Armada tersebut disebar di tiga titik pelayanan dengan kapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter.
Dalam sehari, satu truk dapat melakukan hingga lima kali pengantaran. Namun, jumlah rit sangat bergantung pada jarak dan kondisi akses menuju lokasi pelanggan.
Kebutuhan air tangki pun meningkat dalam hampir dua bulan terakhir karena minimnya hujan. Tingginya permintaan membuat PTMB tidak selalu mampu memenuhi seluruh pesanan dalam waktu singkat.
“Permintaannya cukup tinggi. Mengingat hampir dua bulan ini tidak ada hujan, jadi memang masyarakat sangat bergantung sekali dengan air tangki seperti itu,” jelas Kohiruddin.
PTMB juga memberikan subsidi kepada pelanggan. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Balikpapan tahun 2014, pelanggan membayar Rp50.000 per tangki, sementara biaya transportasi perusahaan sekitar Rp250.000 per tangki.
Kohiruddin menyebut subsidi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PTMB agar pelanggan tetap mendapatkan pasokan air di tengah keterbatasan air baku.
Sementara itu, tujuh IPA lainnya masih beroperasi seperti biasa. PTMB juga terus memantau kondisi sumber air baku dan perkembangan cuaca.
Berdasarkan rapat bersama BMKG, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September dan Oktober. Karena itu, masyarakat diminta memahami potensi pengurangan jam pelayanan selama pasokan air baku belum kembali normal.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
