Pekerja Diskenariokan Suspek MERS-CoV, Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Uji Kesiapsiagaan Darurat
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan menggelar simulasi penanganan darurat kesehatan atau Emergency Drill SKD 13 dengan skenario wabah MERS-CoV. Latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapan pekerja dan sistem tanggap darurat dalam menghadapi potensi penyakit menular di lingkungan kilang.
Dalam simulasi tersebut, seorang pekerja berperan sebagai suspek MERS-CoV yang tetap bekerja meski mengalami lemas dan tidak melakukan isolasi mandiri. Skenario ini dirancang untuk menguji alur penanganan mulai dari deteksi awal, penanganan medis, hingga pengendalian risiko agar penyebaran penyakit dapat dicegah.
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan latihan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh fungsi memahami peran masing-masing saat terjadi kondisi darurat.
“Melalui emergency drill ini, kami memastikan setiap fungsi memahami peran dan tanggung jawabnya ketika menghadapi kondisi kedaruratan kesehatan. Kecepatan mengenali kondisi, ketepatan mengambil tindakan, serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting untuk melindungi pekerja sekaligus memastikan operasional tetap berjalan aman,” ujar Anto dalam keterangan resmi, Jumat (4/8/2026).
Uji Respons Cepat dan Koordinasi Lintas Fungsi
Selama simulasi, tim menguji berbagai aspek penting, mulai dari deteksi dan pelaporan kasus, penanganan medis, koordinasi antarbagian, pengamanan area, hingga langkah mitigasi untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.
Kegiatan ini melibatkan berbagai fungsi di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan serta mendapat dukungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk mengukur efektivitas komunikasi dan pengambilan keputusan saat menghadapi situasi darurat.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, menilai komunikasi menjadi faktor krusial dalam penanganan keadaan darurat.
“Informasi harus dapat disampaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar setiap pihak memahami kondisi serta langkah yang perlu dilakukan. Melalui drill ini, kami juga menguji bagaimana koordinasi dan komunikasi antar fungsi maupun dengan stakeholder eksternal dapat berjalan efektif,” katanya.
Evaluasi Jadi Dasar Penyempurnaan Sistem
Menurut Dodi, simulasi ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan.
“Harapannya, melalui simulasi dan evaluasi berkala, seluruh pihak semakin siap dan memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya,” tambahnya.
Usai pelaksanaan emergency drill, perusahaan melakukan evaluasi terhadap prosedur, efektivitas koordinasi, serta kemampuan tim dalam merespons situasi darurat. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar penyempurnaan sistem kesiapsiagaan ke depan.
Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) melalui pelatihan, simulasi rutin, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan lingkungan kerja tetap aman dan operasional kilang berjalan andal.***
Sumber: Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan
Editor: Rizki
BACA JUGA
