Investasi Balikpapan Serap 11.746 Tenaga Kerja, DPMPTSP Dorong SDM Lokal Lebih Kompetitif
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Realisasi investasi di Kota Balikpapan sepanjang 2025 memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil menyerap sebanyak 11.746 tenaga kerja Indonesia serta 29 tenaga kerja asing.
Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengatakan penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu indikator utama keberhasilan investasi yang masuk ke daerah. Menurutnya, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja. Ini yang terus kami dorong,” ujar Hasbullah, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 penyerapan tenaga kerja berlangsung secara konsisten di setiap triwulan. Pada triwulan I tercatat sebanyak 3.136 tenaga kerja terserap, kemudian triwulan II sebanyak 3.091 tenaga kerja, triwulan III mencapai 2.105 tenaga kerja, dan meningkat signifikan pada triwulan IV menjadi 3.414 tenaga kerja.
Menurut Hasbullah, tingginya penyerapan tenaga kerja menunjukkan aktivitas investasi di Balikpapan terus berkembang. Berbagai proyek yang berjalan mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor strategis.
“Ketika investasi tumbuh, maka kebutuhan tenaga kerja juga meningkat. Ini memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia menyebut sektor perdagangan, jasa, konstruksi, properti, dan industri pendukung menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor-sektor tersebut berkembang seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan dunia usaha di Balikpapan yang juga menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hasbullah menilai dampak investasi tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Kehadiran investasi mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan aktivitas perdagangan, hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Efek investasi sangat luas. Tidak hanya perusahaan besar yang bergerak, tetapi UMKM, pedagang kecil, hingga sektor jasa juga ikut tumbuh,” jelasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan juga terus mengingatkan para investor agar memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dalam setiap kegiatan usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat Balikpapan yang mendapatkan kesempatan kerja dari investasi yang masuk,” ujarnya.
Di sisi lain, Hasbullah menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan yang harus dijawab bersama. Pemerintah terus mendorong pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri yang semakin berkembang.
“Peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi hal penting agar masyarakat lokal dapat mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia,” katanya.
Ia optimistis pembangunan Ibu Kota Nusantara akan semakin memperkuat arus investasi ke Balikpapan. Sebagai kota penyangga utama, Balikpapan diproyeksikan akan terus menjadi pusat jasa, perdagangan, logistik, dan hunian yang membutuhkan dukungan tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Balikpapan akan menjadi salah satu pusat penyangga utama IKN. Karena itu peluang kerja dan peluang usaha akan terus berkembang,” tuturnya.
Hasbullah menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya meningkat dari sisi nilai, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami ingin investasi yang masuk benar-benar berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
