Jalan Usaha Tani Teritip Dievaluasi

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat meninjau pembangunan jalan tani di wilayah Teritip.(Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meminta pembangunan infrastruktur pertanian tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga memperhatikan efektivitas, efisiensi anggaran, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan Jalan Usaha Tani di kawasan pertanian Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Bagus menemukan sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya ialah adanya penyempitan badan jalan akibat sebagian lahan milik warga belum dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Menurut Bagus, kondisi tersebut perlu segera diselesaikan melalui pendekatan yang persuasif kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan usaha tani bukan semata-mata kepentingan pemerintah, melainkan untuk mendukung aktivitas para petani dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Kami melihat ada sebagian badan jalan yang mengecil karena masih terdapat lahan masyarakat yang belum dapat dimanfaatkan. Pemerintah kelurahan dan kecamatan diharapkan terus melakukan pendekatan agar masyarakat memahami manfaat pembangunan ini bagi kepentingan bersama,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Selain persoalan lahan, Bagus juga menyoroti belum tersedianya saluran drainase di sepanjang ruas jalan. Menurutnya, keberadaan drainase merupakan bagian penting dari infrastruktur agar air hujan dapat mengalir dengan baik dan tidak mengurangi umur konstruksi jalan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait melakukan evaluasi terhadap desain pembangunan jalan usaha tani sehingga setiap proyek ke depan dilengkapi sistem drainase yang memadai.

Bagus juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang milik jalan. Ia meminta pemerintah setempat mengawasi pembangunan rumah maupun bangunan warga di sepanjang ruas jalan agar tidak menghambat rencana pelebaran jalan pada masa mendatang.

Bangun Ruas Jalan

Dalam kesempatan itu, Bagus turut menyoroti pemilihan jenis konstruksi jalan. Menurutnya, penggunaan beton atau rigid pavement di kawasan pertanian perlu dikaji kembali, mengingat kendaraan yang melintas umumnya berupa kendaraan ringan dan alat pertanian.

Ia menilai penggunaan konstruksi seperti lapis penetrasi (lapen) maupun hotmix dapat menjadi alternatif yang lebih efisien. Dengan anggaran sekitar Rp2 miliar, pemerintah berpeluang membangun ruas jalan yang lebih panjang sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para petani.

Meski memberikan sejumlah catatan, Bagus tetap mengapresiasi penyelesaian pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 300 meter yang kini telah rampung 100 persen dan memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.

Ia berharap seluruh kekurangan yang masih ditemukan segera diperbaiki oleh kontraktor selama masa pemeliharaan berlangsung agar infrastruktur tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan Kota Balikpapan.

“Yang terpenting bukan sekadar membangun jalan, tetapi memastikan jalan itu benar-benar berkualitas, berfungsi dengan baik, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya para petani,” tutup Bagus.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses