Kabut Asap Mulai Terpantau, Jarak Pandang Balikpapan Masih Aman
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kabut asap mulai terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, kondisi udara dan jarak pandang di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, masih relatif aman.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan terdapat sejumlah titik asap yang terpantau di sekitar Balikpapan. Namun, asap tersebut belum menunjukkan pola sebaran yang luas dan cenderung cepat menghilang.
“Pantauan kami saat sekarang memang ada beberapa titik asap. Tetapi kabut asapnya tidak sporadis seperti yang ada di Kalimantan Selatan atau Kalimantan Barat. Sifatnya titik-titik dan cepat hilang,” ujar Djoko, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Djoko, kondisi kabut asap yang sesekali terpantau di Balikpapan lebih banyak dipengaruhi asap kiriman dari wilayah lain. Hingga saat ini, belum terdapat titik api signifikan di Balikpapan yang mampu menghasilkan kabut asap pekat dan bertahan lama.
Kondisi berbeda terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya. Kabupaten Berau, misalnya, sempat mengalami penurunan jarak pandang akibat kabut asap. Berdasarkan pemantauan, jarak pandang di wilayah tersebut turun hingga sekitar 3,5 kilometer.
“Kalau di Berau, kemarin kita pantau ada kabut asap dengan jarak pandang sekitar 3,5 kilometer. Itu sudah sangat berbahaya untuk penerbangan,” kata Djoko.
Ia menjelaskan, kabut asap di Berau berkaitan dengan kebakaran lokal yang membutuhkan waktu untuk ditangani. Selain sumber kebakaran, arah dan kecepatan angin turut menentukan sejauh mana asap menyebar.
Sementara itu, jarak pandang di Balikpapan masih berada pada kisaran 8-10 kilometer. Kondisi tersebut masih tergolong aman sehingga belum memberikan gangguan berarti terhadap aktivitas penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan.
“Untuk jarak pandang dari pantauan kami masih sekitar 8 sampai 10 kilometer, jadi relatif masih aman. Balikpapan dan sekitarnya masih aman terhadap asap,” ujarnya.
Masih Relatif Aman
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, Bandara SAMS Sepinggan sempat menerima pengalihan dua penerbangan dari wilayah lain yang mengalami gangguan akibat kabut asap. Penerbangan tersebut berasal dari rute menuju Banjarmasin dan Pontianak.
Djoko menilai kondisi Balikpapan yang masih relatif aman tidak terlepas dari respons cepat terhadap kebakaran yang muncul. Penanganan dini membuat api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.
“Kalau di Balikpapan terbalik. Ada api, cepat ditangani. Saya salut dengan tim bencana dan relawan kita yang sigap terhadap api yang ada di Balikpapan,” tuturnya.
Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya risiko karhutla, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan. Mencegah api sejak awal bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga melindungi kualitas udara dan keselamatan masyarakat.
Udara bersih pada akhirnya bukan sekadar persoalan cuaca. Ia adalah ruang hidup bersama yang harus dijaga, karena kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk sederhana dari cinta kepada sesama.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
