Kapolda Kaltim Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

BALIKPAPAN,Inibalikpapan com – Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Kaltim saat menanggapi maraknya unggahan di media sosial yang hanya menampilkan sebagian potongan peristiwa tanpa memberikan konteks secara utuh. Menurutnya, fenomena tersebut kerap memicu kesalahpahaman dan memengaruhi opini publik secara negatif.

Irjen Pol. Endar Priantoro menegaskan bahwa Polda Kaltim memiliki unit patroli siber yang secara aktif melakukan pemantauan terhadap berbagai aktivitas di ruang digital. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat latar belakang dan motivasi seseorang dalam menyebarkan informasi atau membuat konten tertentu.

“Kami memiliki patroli siber yang terus memantau perkembangan di media sosial. Dari situ akan terlihat apakah suatu unggahan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan, atau memang ada unsur kesengajaan yang dapat menimbulkan dampak tertentu di masyarakat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Kapolda menjelaskan bahwa setiap konten yang beredar akan dianalisis secara cermat agar penanganannya dapat dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Namun demikian, ia lebih mengedepankan pendekatan edukatif dengan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif.

“Kami mengimbau kepada siapa pun yang memiliki niat membuat konten yang hanya menampilkan bagian tertentu dari suatu kejadian tanpa memperlihatkan keseluruhan peristiwa, agar menghentikan praktik tersebut. Konten seperti itu mungkin menguntungkan pembuatnya, tetapi dapat menimbulkan persepsi yang tidak baik dan memicu keresahan di masyarakat,” tegasnya.

Selain ditujukan kepada para kreator konten, pesan tersebut juga ditujukan kepada masyarakat sebagai pengguna media sosial. Kapolda meminta warga tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar dan selalu melakukan verifikasi sebelum menyimpulkan suatu peristiwa.

Menurutnya, literasi digital menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi derasnya arus informasi di era teknologi saat ini. Masyarakat perlu melihat suatu kejadian secara utuh, memahami konteksnya, dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Marilah kita bersama-sama bijak melihat situasi yang sebenarnya terjadi. Jangan mudah terpancing oleh potongan informasi yang belum tentu menggambarkan fakta secara keseluruhan,” katanya.

Kapolda berharap sinergi antara aparat, media, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk menciptakan ruang informasi yang sehat, akurat, serta mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Balikpapan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, tanggung jawab menjaga kualitas informasi bukan hanya berada di pundak aparat penegak hukum, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses