Karhutla Mulai Ganggu Bandara di Kalimantan, Bagaimana Bandara Sepinggan Balikpapan?

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mengubah jam operasional penerbangan pada tanggal tertentu di April 2026.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mengubah jam operasional penerbangan pada tanggal tertentu di April 2026. Foto: PT Angkasa Pura I

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.comKarhutla mulai mengganggu jarak pandang di sejumlah bandara Kalimantan, tetapi kondisi berbeda terjadi di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Hingga Kamis (20/8/2026), penerbangan masih berjalan normal karena jarak pandang masih berada di atas batas minimum operasional.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca, kualitas udara dan jarak pandang sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.

Menurut Iwan, berdasarkan informasi yang diterima pengelola bandara, setidaknya tiga bandara di Regional 6 sempat mengalami gangguan jarak pandang akibat kabut asap Karhutla. Ketiganya yakni Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Gangguan tersebut terutama terjadi pada pagi hari ketika kabut asap masih cukup tebal. Namun, kondisi jarak pandang di sejumlah bandara itu kembali normal setelah sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

“Untuk Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sampai saat ini belum ada dampak yang signifikan akibat Karhutla. Visibility atau jarak pandang masih berada di atas batas minimum operasional sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan,” ujar Iwan.

Dengan kondisi tersebut, hingga saat ini belum ada penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan yang terganggu secara langsung akibat Karhutla.

“Belum ada penerbangan yang terganggu. Operasional bandara masih berjalan normal dan aman,” katanya.

Meski begitu, dampak Karhutla di wilayah lain tetap bisa dirasakan secara tidak langsung di Balikpapan. Salah satunya jika penerbangan dari daerah yang terdampak kabut asap mengalami keterlambatan dan berpengaruh terhadap jadwal penerbangan lanjutan.

Iwan menyebut kondisi geografis Bandara SAMS Sepinggan juga menjadi salah satu faktor yang dinilai membantu menjaga kondisi jarak pandang. Landasan pacu bandara menghadap langsung ke laut dan kawasan sekitar bandara relatif minim aktivitas pembukaan lahan.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat pengelola bandara lengah. Pemantauan terhadap cuaca dan kualitas udara tetap dilakukan secara berkala, terutama di tengah potensi memburuknya Karhutla selama musim kemarau.

Koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak Karhutla terhadap masyarakat maupun transportasi udara di Balikpapan.

Iwan berharap penanganan Karhutla di Kalimantan Timur dan daerah lainnya dapat segera dilakukan secara optimal. Salah satu langkah yang dinilai dapat dipertimbangkan apabila kemarau berlangsung panjang adalah rekayasa cuaca untuk meningkatkan peluang hujan dan menekan risiko meluasnya kebakaran lahan.

“Kita berharap Karhutla dapat segera terkendali. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Pengelola Bandara SAMS Sepinggan memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca. Untuk sementara, aktivitas penerbangan di salah satu pintu transportasi udara utama Kalimantan Timur tersebut masih berjalan normal.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses