Kebakaran Pasar Sepinggan, Pedagang 16 Tahun Berjualan Berupaya Selamatkan Barang Dagangan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan, Jumat (31/7/2026) pagi, menjadi awal kepanikan bagi para pedagang.
Di tengah kobaran api yang terus membesar, mereka hanya memiliki waktu beberapa menit untuk menyelamatkan barang dagangan sebelum api melahap bangunan pasar.
Salah seorang pedagang, Anto Rianto, pemilik Toko Anto Kosmetik, mengaku berada di dalam kios saat kebakaran mulai terjadi. Pria yang telah berjualan selama 16 tahun itu mengatakan api mulai terlihat membesar sekitar pukul 07.00 Wita.
“Saya masih jualan waktu itu. Begitu tahu ada kebakaran, saya langsung berusaha memasukkan dan menyelamatkan sebagian barang. Saat saya keluar dari pasar, api sudah membesar dan menyebar dengan cepat,” ujarnya.
Menurut Anto, kobaran api diduga berasal dari bagian bawah bangunan sebelum kemudian menjalar ke seluruh area pasar. Dalam waktu singkat, kepulan asap tebal disusul jilatan api membuat para pedagang dan pengunjung berhamburan menyelamatkan diri.
Meski kebakaran terjadi pada pagi hari, aktivitas perdagangan sebenarnya telah dimulai sejak sekitar pukul 06.00 Wita. Beberapa pembeli bahkan sudah sempat datang berbelanja sebelum situasi berubah menjadi kepanikan.
“Sudah ada pembeli tadi pagi sekitar jam enam. Jadi pasar memang sudah mulai ramai,” katanya.
Anto mengaku tidak sempat menyelamatkan seluruh barang dagangannya. Prioritas utamanya saat itu adalah keluar dari lokasi dengan selamat setelah membawa sebagian barang yang masih dapat dijangkau.
Selama lebih dari satu dekade menghidupi keluarga dari usaha kosmetik di Pasar Sepinggan, musibah ini menjadi ujian berat. Namun, di balik kehilangan yang dialami, ia tetap bersyukur karena berhasil menyelamatkan diri.
Peristiwa tersebut juga menggambarkan rapuhnya situasi ketika kebakaran melanda kawasan pasar yang dipenuhi kios-kios berdekatan. Api dengan cepat membesar sehingga proses evakuasi harus dilakukan dalam waktu singkat.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang. Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait terus melakukan penanganan di lokasi serta memastikan api benar-benar padam sebelum dilakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian para pedagang.
Bagi Anto dan pedagang lainnya, pasar bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang yang menyimpan perjalanan hidup selama bertahun-tahun. Musibah ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, selalu ada harapan yang harus dijaga.
Seperti pepatah, musibah boleh menghanguskan bangunan, tetapi tidak boleh membakar semangat untuk bangkit kembali. Di tengah abu yang tersisa, harapan para pedagang untuk kembali berdagang menjadi nyala yang jauh lebih besar daripada kobaran api yang telah mereka hadapi.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
