Asap Tipis yang Dianggap Sepele Berujung Petaka, Enam Petak Toko Ludes Terbakar

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Asap tipis yang semula dianggap berasal dari pembakaran rak telur bekas ternyata menjadi pertanda awal musibah besar. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap enam petak toko milik Nursalam, pedagang di Pasar Sepinggan, Balikpapan, Jumat (31/7/2026) pagi.

Nursalam menjadi salah satu orang pertama yang menyadari munculnya tanda-tanda kebakaran. Sekitar pukul 06.50 Wita, ia melihat kepulan asap dari bagian belakang bangunan pasar. Karena tidak tampak kobaran api, ia mengira asap itu berasal dari aktivitas membakar rak telur bekas.

“Awalnya saya kira hanya orang membakar rak telur. Jadi saya tidak terlalu curiga,” ujar Nursalam saat ditemui di lokasi kebakaran.

Kecurigaannya muncul ketika aroma karet terbakar semakin menyengat. Ia kemudian mendekati sumber asap dan terkejut melihat api telah menjalar di bagian atas plafon, tepat di area usaha penjualan es batu yang dipenuhi kulkas penyimpanan.

“Pas saya cek, ternyata api sudah ada di atas plafon. Bau karetnya juga sudah sangat kuat,” katanya.

Menyadari situasi semakin berbahaya, Nursalam berusaha mencari alat pemadam api ringan (APAR) agar kobaran api bisa dipadamkan sebelum membesar. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena tidak ada APAR yang dapat digunakan. Dalam waktu singkat, api semakin membesar dan menjalar ke kios-kios di sekitarnya.

“Saya sempat cari APAR, tapi tidak ada yang bisa dipakai. Api sudah cepat sekali membesar,” tuturnya.

Menurut Nursalam, sebelum kobaran api membesar tidak terdengar suara ledakan. Karena itu, ia menduga titik awal kebakaran berasal dari area usaha es batu. Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya penyebab pasti kebakaran kepada hasil penyelidikan aparat berwenang.

Akibat peristiwa tersebut, enam petak toko miliknya yang menjual sepatu beserta perlengkapan usaha hangus dilalap api. Seluruh barang dagangan tidak sempat diselamatkan karena kobaran api menyebar begitu cepat.

“Semuanya habis. Enam petak punya saya terbakar semua. Tidak ada yang sempat diselamatkan,” ucapnya dengan nada sedih.

Ia memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp100 juta. Nilai tersebut berasal dari stok barang dagangan, perlengkapan usaha, hingga fasilitas toko yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarganya.

Musibah itu menjadi pukulan berat bagi para pedagang Pasar Sepinggan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas jual beli setiap hari. Dalam sekejap, usaha yang dibangun bertahun-tahun harus lenyap dilalap api.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan perdagangan. Ketersediaan sistem deteksi dini, alat pemadam yang berfungsi dengan baik, serta jalur evakuasi yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting untuk meminimalkan dampak ketika musibah terjadi.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan sejumlah kios di Pasar Sepinggan. Sementara itu, para pedagang berharap ada langkah pemulihan agar mereka dapat kembali menjalankan usaha dan menghidupi keluarga.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses