Penutupan Diklat SPPI 2026, Pangdam VI Mulawarman Tekankan Kepemimpinan Berintegritas

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDKMP dan KNMP Tahun 2026 di Balikpapan, Jumat (31/7/2026), menjadi penanda berakhirnya proses pembentukan calon-calon pemimpin muda yang diharapkan mampu menggerakkan pembangunan dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa tantangan pembangunan bangsa ke depan tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berakhlak, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Menurut Krido Pramono, keberhasilan para peserta menyelesaikan pendidikan dan pelatihan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.

“Keberhasilan menyelesaikan pendidikan dan pelatihan ini bukanlah garis akhir, tetapi awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai kepemimpinan yang telah diperoleh harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya tercermin dari kemampuan mengambil keputusan, melainkan juga dari keteladanan dalam bersikap, kejujuran dalam menjalankan amanah, serta keberanian mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Ketika integritas berjalan seiring dengan disiplin, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab, akan lahir pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Integritas adalah pondasi kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan manfaat melalui setiap keputusan yang diambil,” kata Krido.

Pangdam VI Mulawarman juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Karena itu, lulusan SPPI diharapkan mampu menjadi penghubung sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan nasional.

Pendidikan SPPI sendiri tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis dan wawasan kebangsaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat melayani. Bekal tersebut diharapkan menjadi modal dalam menghadirkan inovasi, memperkuat birokrasi, mendukung ketahanan pangan, hingga mendorong pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Penutupan Diklat SPPI 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat kementerian dan lembaga sebagai bentuk sinergi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang semakin maju.

Dari Balikpapan, harapan itu kembali ditegaskan. Bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh kemajuan teknologi atau melimpahnya sumber daya alam, melainkan oleh kualitas manusia yang memegang teguh nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian. Dari tangan para lulusan SPPI inilah diharapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang bekerja dengan integritas, melayani dengan hati, serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai arah utama setiap langkah pembangunan bangsa.***

Penulis : Samsul/Rilis Kodam VI Mulawarman

Editor : Ramadani

Komentar (1)

    li class="comment even thread-even depth-1" id="comment- 54699">
    Mahmud
    9 jam lalu

    Maju terus Mulawarman

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses