Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan, Balikpapan Perkuat Pendidikan Lewat PJLP
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal meski dihadapkan pada tantangan kekurangan tenaga pendidik.
Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), berbagai langkah dilakukan untuk menjaga proses belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung dengan baik, salah satunya melalui perekrutan guru Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, kebutuhan guru di Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan seiring berkurangnya jumlah tenaga pendidik akibat pensiun, mutasi, hingga faktor lainnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpengaruh terhadap kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Menurut Irfan, selama ini pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan mengusulkan kebutuhan guru kepada pemerintah pusat. Namun, jumlah formasi yang tersedia belum mampu mengimbangi kebutuhan riil di lapangan.
“Setiap tahun kami mengusulkan kebutuhan guru sesuai kondisi yang ada. Di sisi lain, jumlah guru yang pensiun maupun berpindah tugas terus bertambah sehingga perlu ada langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Sebagai solusi, Pemkot Balikpapan merekrut ratusan guru PJLP yang ditempatkan di berbagai sekolah negeri. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
Hingga saat ini, sekitar 640 guru PJLP telah direkrut dan aktif bertugas di sekolah-sekolah. Kehadiran mereka membantu memenuhi kebutuhan guru yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.
Irfan menjelaskan, rekrutmen PJLP juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Dalam proses seleksi, warga Balikpapan yang memenuhi syarat administrasi dan memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai mendapatkan afirmasi berupa tambahan nilai.
“Kami tetap membuka kesempatan bagi seluruh warga negara Indonesia, tetapi ada kebijakan afirmasi untuk warga Balikpapan yang memenuhi persyaratan agar mereka memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi di daerah sendiri,” jelasnya.
Selain memenuhi kebutuhan jangka pendek, Disdik Balikpapan juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk menjaga ketersediaan tenaga pendidik di masa depan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Balikpapan (UNIBA) dalam menyiapkan calon guru yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di bidang keguruan mulai mengalami penurunan. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan tenaga pendidik pada masa mendatang.
Meski kebutuhan guru saat ini relatif dapat diatasi melalui skema PJLP, Pemkot Balikpapan tetap mengusulkan penambahan formasi ASN dan PPPK kepada pemerintah pusat. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih permanen sekaligus mendukung regenerasi tenaga pendidik dan calon kepala sekolah.
“PJLP menjadi solusi yang sangat membantu saat ini. Namun untuk keberlanjutan pendidikan dalam jangka panjang, penambahan guru ASN tetap diperlukan agar kualitas layanan pendidikan di Balikpapan dapat terus terjaga,” tutup Irfan.
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi sehingga kualitas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik tetap terjaga di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
