KIARA Jadi Ruang Kolaborasi, Bunda PAUD Balikpapan Ajak Semua Pihak Penuhi Hak Anak di Era Digital
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Bunda PAUD Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus membentuk karakter generasi penerus di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan KIARA yang digelar sebagai wadah kolaborasi, ruang belajar bersama, sekaligus tempat lahirnya berbagai gagasan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurut Nurlena, anak merupakan amanah Tuhan sekaligus investasi paling berharga bagi masa depan bangsa. Karena itu, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga dipengaruhi kualitas pengasuhan, kesehatan, lingkungan yang aman, serta kesempatan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.
“Pemenuhan hak anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen bangsa agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia menegaskan, KIARA diharapkan menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai pihak untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat komitmen, dan melahirkan inovasi dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Selain itu, Nurlena menilai budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia harus terus diwariskan kepada generasi muda. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini.
“Kita harus kembali menghidupkan semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, peduli terhadap sesama, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi anak-anak pada era digital. Penggunaan gawai yang berlebihan dinilai mulai mengurangi kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.
Nurlena mengungkapkan, pemandangan anak-anak yang lebih fokus pada telepon genggam saat berada di halte, bandara, maupun ruang publik lainnya kini semakin sering dijumpai. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kemampuan mereka dalam berinteraksi dan memperhatikan situasi di sekitarnya.
“Teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi jangan sampai membuat anak kehilangan kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak perlu dibimbing agar mampu menggunakan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan kehidupan sosial dan keselamatan dirinya,” tuturnya.
Melalui kegiatan KIARA, Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menciptakan ekosistem yang aman, sehat, dan penuh kasih bagi anak. Sebab, masa depan daerah maupun bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak hari ini.
“Anak-anak yang tumbuh dengan cinta, perhatian, dan lingkungan yang baik akan menjadi generasi yang mampu membawa Balikpapan dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju,” pungkas Nurlena.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
