Parenting Jadi Fondasi Generasi Masa Depan, Tekankan Pentingnya Pengasuhan Sejak Dini
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Bunda PAUD Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga pola pengasuhan yang diterapkan sejak anak berada pada masa awal kehidupannya.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan yang mengangkat tema parenting, stimulasi dini, serta penguatan fondasi literasi dan numerasi sebagai bagian dari upaya membangun kemampuan belajar sepanjang hayat bagi anak usia dini.
Menurut Nurlena, masa emas (golden age) merupakan periode yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pada fase tersebut, setiap stimulasi, perhatian, kasih sayang, hingga pemenuhan gizi akan memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kecerdasan, dan kemampuan anak dalam menghadapi tantangan di masa depan.
“Investasi terbaik bukan dimulai ketika anak memasuki bangku sekolah dasar, tetapi sejak awal kehidupan mereka. Masa emas perkembangan anak tidak akan terulang kembali. Apa yang kita tanam pada masa itu akan menjadi bekal bagi lahirnya generasi yang berkualitas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, anak yang memperoleh stimulasi secara tepat, dibesarkan melalui pola pengasuhan yang positif, serta memiliki fondasi literasi dan numerasi yang baik akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, untuk tidak sekadar menjadi pelaksana program, melainkan menjadi penggerak perubahan yang mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, ramah anak, dan penuh kasih sayang.
Nurlena juga mengingatkan bahwa kasih sayang kepada anak bukan berarti selalu memenuhi semua keinginan mereka. Menurutnya, orang tua harus mampu membedakan antara kebutuhan yang benar-benar penting dengan keinginan yang muncul sesaat.
Ia mencontohkan, kebiasaan orang dewasa ketika berbelanja sering kali dipengaruhi keinginan, bukan kebutuhan. Pola tersebut, kata dia, tidak boleh diwariskan kepada anak karena dapat membentuk kebiasaan yang kurang baik sejak dini.
“Kasih sayang bukan berarti memanjakan anak. Yang harus kita penuhi adalah kebutuhan mereka, bukan semua keinginannya. Orang tua perlu memberikan pemahaman sejak dini agar anak belajar mengenali mana yang menjadi prioritas,” tuturnya.
Melalui penguatan pola pengasuhan yang positif, stimulasi yang tepat, serta pembiasaan literasi dan numerasi sejak usia dini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mandiri, berakhlak mulia, dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa di masa mendatang.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
