Kodam VI Mulawarman Klarifikasi Dugaan Begal di Balikpapan, Berawal dari Perselisihan di Jalan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kodam VI Mulawarman akhirnya buka suara terkait dugaan aksi penjambretan atau pembegalan yang menimpa seorang pengendara motor berinisial YS (22) di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Balikpapan Tengah, pada 30 Maret 2026 dini hari.
Peristiwa yang sempat memicu keresahan masyarakat itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi yang beredar menyebut pelaku merupakan oknum anggota TNI dan dikaitkan dengan aksi begal. Namun pihak Kodam menegaskan insiden tersebut bukan tindak kriminal pembegalan, melainkan dipicu kesalahpahaman di jalan raya yang berujung cekcok dan kontak fisik.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo membenarkan keterlibatan dua oknum anggota TNI dalam kejadian tersebut. Keduanya kini menjalani pemeriksaan di Polisi Militer.
“Intinya mereka bukan begal. Ini murni kesalahpahaman di jalan karena anggota merasa hampir mengalami kecelakaan,” ujar Gatot, Jumat (22/5/2026).
Menurut penjelasannya, peristiwa bermula saat korban bersama seorang pengendara lain melintas di kawasan Kebun Sayur, Balikpapan. Saat itu, motor yang dikendarai korban disebut melaju cukup kencang dan menyalip kendaraan dua anggota TNI hingga nyaris bersenggolan.
Situasi tersebut memicu reaksi spontan. Kedua anggota TNI kemudian mengejar kendaraan korban hingga ke sekitar SPBU Karang Anyar. Di lokasi itu, motor korban sempat dihentikan, sementara satu pengendara lain berhasil meninggalkan lokasi.
Ketegangan di lapangan kemudian berkembang menjadi perselisihan yang disertai dugaan kontak fisik. Kodam mengakui tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan kini sedang diproses sesuai aturan hukum militer.
“Anggota yang terlibat ada dua orang dan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan di Polisi Militer,” kata Gatot.
Selain penanganan secara hukum, penyelesaian secara kekeluargaan juga telah dilakukan. Pihak satuan, keluarga korban, dan unsur terkait disebut sudah dipertemukan guna mencari jalan penyelesaian.
Dalam keterangannya, Kodam VI Mulawarman juga menyoroti pentingnya disiplin berkendara bagi seluruh prajurit. Pangdam disebut memberi perhatian khusus terhadap kepatuhan penggunaan perlengkapan keselamatan saat berkendara, termasuk penggunaan helm dan kelengkapan kendaraan meski menempuh jarak dekat.
Kodam VI Mulawarman turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang menyebut kondisi keamanan di Balikpapan memburuk akibat maraknya pembegalan.
“Kami meminta masyarakat tidak mengikuti arus informasi yang tidak benar dan tetap melihat persoalan ini secara utuh,” tutup Gatot.***
BACA JUGA
