Kodam VI Mulawarman Ungkap Penyebab Peserta SPPI Meninggal saat Diklatsarmil, Diduga Akibat Heat Stroke

Peserta Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)
Peserta Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) (foto : IST/Pendam)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kodam VI Mulawarman akhirnya buka suara terkait meninggalnya Anisa Muyassaroh, salah satu peserta Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat heat stroke atau serangan panas berat yang memicu gangguan fungsi organ hingga berujung komplikasi.

Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya peserta SPPI yang mengikuti pendidikan di Dodikjur Rindam VI Mulawarman tersebut.

“Keluarga Besar Kodam VI Mulawarman turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Kapendam dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Menurut Kodam VI Mulawarman, Anisa sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah kondisinya menurun selama mengikuti pendidikan dasar militer.

Dari hasil penanganan tim medis, korban didiagnosis mengalami heat stroke, kondisi kegawatdaruratan akibat peningkatan suhu tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan organ vital apabila tidak segera tertangani.

“Almarhumah mengalami heat stroke yang mengakibatkan gangguan serius pada fungsi organ tubuh dan selanjutnya mengalami komplikasi hingga tidak dapat tertolong,” jelas Kapendam.

Kodam: Korban Lolos Tes Kesehatan Sebelum Diklatsarmil

Kodam VI Mulawarman menegaskan bahwa sebelum mengikuti Diklatsarmil SPPI, seluruh peserta telah melewati tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang berlaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Anisa dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan sehingga layak mengikuti program pendidikan dasar militer.

Pihak Kodam juga membantah adanya keterlambatan penanganan. Sejak peserta mengalami kondisi darurat, tim kesehatan bersama panitia penyelenggara dan Kementerian Pertahanan disebut langsung melakukan prosedur penanganan medis.

Korban segera mendapat pertolongan pertama, dirujuk ke rumah sakit, dan menjalani perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Kodam Dampingi Keluarga Korban

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kodam VI Mulawarman bersama Kementerian Pertahanan menyatakan telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak masa perawatan di rumah sakit hingga proses pemulangan jenazah ke rumah duka.

Pendampingan tersebut mencakup koordinasi selama perawatan medis, pengurusan pemulangan jenazah, hingga penyerahan kepada pihak keluarga.

Kasus meninggalnya peserta SPPI saat mengikuti Diklatsarmil menjadi perhatian publik dan memicu desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk prosedur keselamatan, pemeriksaan kesehatan peserta, serta mekanisme penanganan kedaruratan selama pendidikan berlangsung.

Sumber : Pendam / Samsul

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses