Lanal Balikpapan Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai, Dorong Wisata Edukasi Pesisir
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan menggelar aksi bersih pantai dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Jalasena, Lamaru, Balikpapan, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut Topan Agung Yuwono, itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Satgas Operasi Trisila yang berlangsung di Kota Balikpapan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelajar, hingga organisasi kepemudaan. Sebelum melaksanakan aksi di Pantai Jalasena, rombongan lebih dahulu menyambut kedatangan Satgas Operasi Trisila di Pelabuhan Semayang serta meninjau layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan Kampung Baru.
“Ini masih satu rangkaian kegiatan bersama Satgas Operasi Trisila. Setelah tadi pagi menyambut satgas di Pelabuhan Semayang dan meninjau pengobatan gratis di Kampung Baru, kami melanjutkan kegiatan di Pantai Jalasena Lamaru,” ujar Topan.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi sosial membersihkan kawasan pesisir, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan laut dan pantai di Balikpapan.
Dalam pelaksanaannya, Lanal Balikpapan berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Koramil, Polsek, unsur TNI AL, Pokdarwis, siswa SMK binaan di Balikpapan, serta anggota Saka Bahari.
Topan menilai, menjaga kebersihan laut dan pesisir memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Lingkungan yang bersih dinilai mampu menciptakan kenyamanan sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem laut.
“Secara fisik kita melaksanakan pembersihan pantai. Namun secara filosofis, ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan pesisir, pantai, dan laut di sekitar kita. Kalau laut bersih, tentu manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” katanya.
Selain membersihkan sampah di kawasan pantai, peserta juga menanam sekitar 50 bibit mangrove di area pesisir Pantai Jalasena. Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya mencegah abrasi sekaligus menjaga habitat alami berbagai biota laut.
“Mangrove memiliki fungsi yang sangat penting. Selain mencegah abrasi, jika tumbuh dengan baik akan menjadi habitat berbagai hewan laut yang juga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan program Gerakan ASRI yang dicanangkan pemerintah, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menitikberatkan pada pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Ke depan, Pantai Jalasena diharapkan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi kawasan wisata edukasi lingkungan. Keberadaan hutan mangrove dan ekosistem pesisir dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Di sini tidak hanya ada wisata, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi wisata edukatif. Masyarakat nantinya dapat belajar mengenai tanaman mangrove dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” kata Topan.***
BACA JUGA
