Lebaran Yatim Jadi Pengingat, Balikpapan Perkuat Kepedulian Sosial dan Ruang Inklusif bagi Semua
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas dalam rangka Peaceful Muharam 1448 Hijriah menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menghadirkan kepedulian bagi mereka yang membutuhkan perhatian.
Semangat itu mengemuka dalam kegiatan yang digelar di Gedung Kesenian Balikpapan, Kamis (25/6), dengan melibatkan pemerintah, Kementerian Agama, lembaga zakat, organisasi sosial, relawan, serta ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas.
Mewakili Wali Kota Balikpapan, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Andi Muhammad Yusri Ramli mengatakan, momentum 10 Muharam bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ajakan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, perhatian kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, lembaga zakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga para relawan harus terus diperkuat agar mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.
“Tema Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri mengandung makna bahwa anak-anak yatim maupun penyandang disabilitas bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Mereka adalah bagian penting dari masa depan bangsa yang memiliki hak, potensi, kreativitas, dan cita-cita yang harus kita dukung bersama,” ujar Andi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen membangun daerah yang berkeadilan dan inklusif. Seluruh warga, tanpa terkecuali, harus memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, pelayanan publik, ruang berkarya, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensinya tanpa diskriminasi. Karena itu, tugas kita bersama adalah menciptakan lingkungan yang ramah, adil, dan memberikan kesempatan yang setara,” katanya.
Andi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, lembaga zakat, komunitas sosial, serta para dermawan, untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pendidikan, pembinaan karakter, hingga peningkatan kesejahteraan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.
Kepada anak-anak yang hadir, ia berpesan agar tidak pernah berhenti belajar dan terus memelihara semangat dalam meraih cita-cita. Menurutnya, keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan daerah.
Peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas tahun ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai Muharam tidak berhenti pada ibadah ritual semata. Lebih dari itu, semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi fondasi dalam membangun Balikpapan sebagai kota yang inklusif, humanis, dan memberikan harapan bagi setiap anak untuk menatap masa depan dengan optimisme.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
