Warga Grand City Usulkan Fasum Jadi Masjid, Pemkot Balikpapan Buka Pembahasan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Warga Perumahan Grand City, Balikpapan, mendorong pemanfaatan fasilitas umum (fasum) di kawasan mereka untuk pembangunan masjid. Aspirasi itu disampaikan langsung kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam audiensi di Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus meminta kejelasan terkait status dan pengelolaan fasum yang direncanakan untuk tempat ibadah.
Aspirasi warga diterima Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri. Pembahasan difokuskan pada mekanisme pemanfaatan fasum agar rencana pembangunan masjid tetap berjalan sesuai ketentuan.
Warga berharap Pemkot Balikpapan dapat memberikan kepastian mengenai status lahan, peruntukan, hingga mekanisme pengelolaannya. Kejelasan ini dinilai penting sebelum rencana pembangunan masjid dilanjutkan.
Kebutuhan tersebut juga sejalan dengan perkembangan kawasan Grand City. Seiring bertambahnya warga dan aktivitas permukiman, kebutuhan terhadap fasilitas sosial dan keagamaan ikut meningkat.
Bagi warga, keberadaan masjid bukan hanya untuk aktivitas ibadah. Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi ruang bersama untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, maupun aktivitas sosial masyarakat.
Meski demikian, pemanfaatan fasum tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Karena itu, pembahasan bersama antara warga dan pemerintah dinilai menjadi langkah penting untuk mencari solusi yang tepat.
Warga berharap instansi terkait dapat dilibatkan dalam proses tersebut sehingga status dan peruntukan lahan benar-benar jelas. Dengan begitu, pembangunan maupun pengelolaan masjid nantinya memiliki dasar yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Aspirasi warga Grand City ini sekaligus menjadi gambaran kebutuhan fasilitas sosial dan keagamaan yang terus berkembang seiring pertumbuhan kawasan permukiman di Balikpapan.
Pemkot Balikpapan pun membuka ruang pembahasan agar kebutuhan warga dapat dicarikan jalan keluar yang sesuai aturan. Harapannya, rencana pembangunan masjid bisa menemukan titik temu antara kebutuhan masyarakat dan ketentuan pengelolaan fasum.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
