Mahasiswa KKN UGM Gandeng Pemkot Balikpapan Sukseskan Festival Senandika Nusantara

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 terus mematangkan berbagai program pengabdian masyarakat di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Mengusung tema Ketahanan Pangan dan Digitalisasi, para mahasiswa menyiapkan sejumlah program yang berpuncak pada penyelenggaraan Festival Senandika Nusantara pada awal Agustus mendatang.

Dalam rangka memperkuat kolaborasi, perwakilan mahasiswa KKN UGM melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang juga merupakan alumni UGM. Pertemuan tersebut bertujuan membangun sinergi sekaligus mengundang Pemerintah Kota Balikpapan untuk berpartisipasi dalam kegiatan puncak KKN.

Perwakilan Tim KKN UGM Kelompok Pelita Nusantara, Christian Perdana Putra M. Gurning, mengatakan kelompoknya menjalankan program pengabdian di tiga desa, yakni Desa Bukit Raya, Desa Sukaraja, dan Desa Wonosari, sejak 21 Juni hingga 8 Agustus 2026.

“Kami datang ke Balikpapan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mencari dukungan sponsor, sekaligus mengundang Bapak Wakil Wali Kota Balikpapan agar dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kami,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, Festival Senandika Nusantara akan menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan KKN. Pada 1 Agustus 2026 akan digelar kegiatan Fun Run di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), kemudian dilanjutkan Festival Senandika Nusantara pada 2 Agustus 2026.

“Festival ini kami rancang bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha. Kami ingin memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Festival tersebut akan menghadirkan pertunjukan seni budaya, pameran produk UMKM, promosi potensi desa, hingga berbagai kekayaan budaya Kalimantan Timur yang diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Christian mengaku pelaksanaan KKN di Kalimantan Timur memberikan pengalaman baru bagi seluruh mahasiswa. Selain harus beradaptasi dengan kondisi cuaca, mereka juga memperoleh pandangan baru mengenai perkembangan daerah penyangga IKN.

“Selama ini banyak yang beranggapan Kalimantan identik dengan hutan dan daerah terpencil. Setelah datang langsung, ternyata Balikpapan dan wilayah sekitarnya berkembang sangat pesat, infrastrukturnya baik, dan masyarakatnya sangat terbuka,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut baik inisiatif mahasiswa UGM yang mengangkat tema ketahanan pangan dan digitalisasi dalam program pengabdian masyarakat.

“Saya mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa UGM yang memilih mengabdi di wilayah penyangga IKN. Kehadiran mahasiswa tentu membawa ide-ide baru yang dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah,” kata Bagus.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan sekitar IKN.

“Saya berharap mahasiswa tidak ragu untuk mengabdi di berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki potensi yang luar biasa apabila dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi,” tuturnya.

Melalui Festival Senandika Nusantara dan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, KKN-PPM UGM diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, mendorong digitalisasi di tingkat desa, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur kepada masyarakat yang lebih luas.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses