Harga TBS Sawit Kaltim Anjlok, Petani Tertekan Imbas Turunnya CPO
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali merosot dalam sepekan terakhir. Penurunan ini dipicu melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) , yang berdampak langsung pada pendapatan petani.
Tren penurunan harga TBS sawit terjadi dalam periode 1–15 Juni 2026, harga acuan yang ditetapkan menunjukkan penurunan signifikan, seiring melemahnya harga CPO dan kernel di pasar.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa harga rata-rata tertimbang CPO kini berada di level Rp 14.224,67 per kilogram, sementara kernel sebesar Rp 13.898,47 per kilogram.
“Penurunan ini terjadi hampir di seluruh perusahaan sumber data yang menjadi acuan penetapan harga,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Dampaknya, harga TBS di tingkat petani ikut terkoreksi. Untuk tanaman umur 3 tahun, harga tercatat Rp 2.989,34 per kg, naik bertahap hingga mencapai puncak di usia produktif.
Pada umur 7 tahun, harga berada di Rp 3.285,93 per kg, kemudian meningkat hingga sekitar Rp 3.403,83 per kg pada usia 20 tahun. Namun setelah itu, harga kembali menurun, dengan umur 25 tahun hanya dihargai Rp 3.153,03 per kg.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tanaman memasuki masa produktif, tekanan harga global tetap menjadi faktor dominan yang menentukan nilai jual TBS di tingkat petani.
Muzakkir menegaskan bahwa harga yang ditetapkan pemerintah ini berlaku bagi petani yang telah bermitra dengan perusahaan kelapa sawit, khususnya dalam skema kebun plasma.
Skema kemitraan ini diharapkan dapat melindungi petani dari permainan harga oleh tengkulak serta memastikan harga jual tetap sesuai standar.
“Dengan adanya kerja sama dengan pabrik minyak sawit, harga diharapkan lebih stabil dan tidak merugikan petani,” jelasnya.
Meski ada skema kemitraan, fluktuasi harga global tetap menjadi ancaman utama bagi kesejahteraan petani sawit. Tanpa penguatan perlindungan dan stabilisasi harga, penurunan TBS berpotensi terus menekan pendapatan petani di daerah.
Sumber : Pemprov
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
