Pemkot Bahas Pembuatan Pasar Ramadan, Libatkan Kecamatan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Jelang bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan saat ini tengah menyiapkan dan masih berkoordinasi terkait lokasi-lokasi untuk Pasar Ramadan. 

Kabag Pemerintah Sekdakot Balikpapan, Sayid Muhdar mengatakan, pihaknya baru sebatas meminta masukan dari OPD-OPD terkait untuk Pasar Ramadan ini seperti dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Kecamatan untuk perwilayahnya. 

“Karena situasinya masih pandemi Covid-19, kemungkinan besar masih sama seperti tahun lalu,” ujar Sayid Muhdar saat diwawancarai media, Jumat (25/3/2022).

Lanjut Muhdar menambahkan, nantinya wilayah Kecamatan yang memiliki kewenangannya untuk menentukan lokasi mana yang dirasa pas untuk pembangunan Pasar Ramadan. 

“Camatnya yang akan mengatur dan merapatkan lagi dengan muspika di wilayahnya seperti LPM, Lurah sama mengundang OPD terkait untuk bicara teknisnya,” kata Muhdar. 

Meski begitu tidak ditentukan jatah pasar Ramadan per kecamatan itu harus ada berapa, tapi lebih pada melihat lokasi di lapangan, sekaligus lebih ke arah penerapan prokes yang lebih utama. 

“Terrgantung lokasinya jika sangat terbuka maka akan sulit kalau pakai aplikasi peduli lindungi, beda hal kalau minta masuk dan keluar hanya satu, mungkin bisa diterapkan seperti itu,” akunya. 

Begitu juga dengan jumlah kunjungan,apakah masih boleh 50 persen atau lebih, melihat lagi dengan kondisi status PPKM di Kota Balikpapan seperti apa. 

“Tapi kami minta syarat prokes tetap dimasukan dalam setiap pembuatan pasar Ramadan,” usulnya. 

Salah satu keunikan dari gaya Ramadhan di Indonesia ialah adanya pasar Ramadhan setiap tahun. Banyak orang yang beralih profesi atau sekedar pindah untuk sementara menjadi pedagang musiman saat Ramadhan. Menjajakan makanan pada pasar Ramadhan.

Pasar Ramadhan banyak ditemui di mana saja, tempatnya pun tidak harus di pasar pada umumnya. Bisa di pinggir jalan, sepanjang trotoar, atau di sebuah tanah lapang yang memungkinkan untuk menggelar dagangan di situ. Jika di perkampungan, para pedagang banyak bermunculan di setiap sudut simpang yang ramai dilintasi kendaraan. Atau bisa juga di depan rumah.

Baca juga ini :  PSBI Serahkan Bantuan Sumur Bor Dalam Bagi Warga di Desa Rintik PPU

Keunggulan berbelanja pada pasar Ramadhan, yakni banyaknya opsi dan pilihan yang bisa kita pilih. Sebab para pedagang sudah berinisiasi dan menimbang apa hal yang berpotensi untuk diperjual belikan. Itulah sebabnya terdapat beraneka macam penganan yang bisa dinikmati.

Kebanyakan pedagang menjual makanan cepat saji hasil buatan sendiri. Seperti aneka macam gorengan, atau bakso dan tahu bakar. Pedagang beralasan, makanan ringan dan renyah seperti itu laris manis, mudah laku dan tidak ribet mempersiapkannya. Apalagi konsumsi masyarakat terhadap gorengan dan sejenisnya ini bisa dikatakan cukup tinggi, sehingga jadi komoditas bernilai saat pasar Ramadhan.

Selain makanan, pastinya juga tak sedikit yang menjual minuman segar untuk pelepas dahaga saat berbuka puasa. Di antaranya, es buah, cendol atau es dawet, serta ada bermacam kolak. Rasanya yang manis tentu akan sangat cocok untuk dijadikan teman santapan berbuka.

Dengan banyak dan tingginya transaksi jual beli yang terjadi pada saat pasar Ramadhan, tak pelak kondisi itu menjadi salah satu pendongkrak ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. rata-rata pedagang pun mendapat omset yang lumayan besar jika dibandingkan berjualan pada hari lainnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.