Pemkot Balikpapan Pastikan Anak Tak Putus Sekolah karena Biaya, Seragam hingga SPP Dibantu
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan persoalan biaya tidak boleh membuat anak kehilangan hak untuk bersekolah. Pemkot menyiapkan sejumlah dukungan pendidikan, mulai dari seragam sekolah gratis hingga bantuan pembiayaan pendidikan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945.
“Harapan kita jangan sampai ada anak kita yang putus sekolah. Kami berkomitmen mulai dari fasilitas, termasuk juga pembiayaan yang bisa kami biayai,” kata Rahmad, Kamis 10 Seotember 2026.
Menurutnya, komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Beban orangtua juga menjadi perhatian, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan yakni seragam sekolah gratis dan bantuan pembiayaan pendidikan.
Pemkot Balikpapan juga menggandeng 15 sekolah swasta untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Termasuk memberikan gratis baju seragam, kemudian memberikan SPP, bekerja sama dengan 15 sekolah swasta yang ada di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Sekolah Swasta Jadi Alternatif Anak yang Belum Tertampung
Kerja sama dengan sekolah swasta menjadi salah satu strategi Pemkot Balikpapan untuk mengoptimalkan kapasitas pendidikan yang tersedia di daerah.
Langkah ini sekaligus memberikan alternatif bagi anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap tidak ada anak di Balikpapan yang harus berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya atau fasilitas pendidikan.
“Harapan kita ke depan, sekali lagi, jangan sampai ada anak kita yang tidak bersekolah dan putus sekolah,” tegas Rahmad.
Rahmad Dorong Budaya Belajar Sepanjang Hayat
Rahmad juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak berhenti ketika seseorang melewati usia sekolah.
Menurutnya, masyarakat perlu membangun budaya belajar sepanjang hayat untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Ia bahkan mencontohkan dirinya yang masih menempuh pendidikan meski telah menjabat sebagai kepala daerah. Rahmad juga menyebut istrinya saat ini kembali melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
“Walaupun sudah berusia, ya saya juga masih sekolah sekarang ini. Istri saya pun saya sekolahkan juga, kuliah,” katanya.
Menurut Rahmad, semangat belajar tersebut penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Momentum Hari Aksara Internasional pun dimanfaatkan Pemkot Balikpapan untuk kembali menegaskan komitmen terhadap pemerataan pendidikan.
Pemerintah tidak hanya berupaya mencegah anak putus sekolah, tetapi juga mendorong masyarakat agar terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan kapasitas diri.
Pemkot Balikpapan berharap berbagai program tersebut mampu memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan akibat persoalan ekonomi maupun keterbatasan fasilitas.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
