Pengembang Perumahan Mentari Village Balikpapan Respon Keluhan Warga, Buka Ruang Mediasi
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pengembang Perumahan Mentari Village Jalan Raya Kilometer 21, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, merespon positif keluhan warga.
Pengembang Perumahan Mentari Village mengundang salah satu warga, Nur Fadillah, untuk mengikuti pertemuan dan mediasi pada Kamis, 17 September 2026.
Undangan tersebut disampaikan melalui surat tertanggal 16 September 2026 yang ditandatangani Estate Management Mentari Village, Lim Yuliadi.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Kantor Mentari Village, Ruko Blok A1 No. 1. Agenda yang dicantumkan adalah mediasi dan pembahasan lingkungan warga Perumahan Mentari Village.
Dalam surat tersebut, pertemuan digelar sebagai ruang komunikasi dan mediasi untuk mendengarkan saran, masukan, serta hal-hal yang perlu dibahas bersama terkait kondisi lingkungan perumahan.
“Sehubungan dengan upaya menjaga komunikasi, kenyamanan, keamanan, serta keharmonisan lingkungan warga Perumahan Mentari Village,” demikian bagian surat undangan tersebut.
Warga Sebelumnya Soroti Dugaan Pencurian Berulang
Pemanggilan Nur berlangsung setelah sebelumnya, ia mengungkap dugaan pembobolan rumah kontrakannya pada Minggu (6/9/2026).
Saat kejadian, Nur bersama keluarganya sedang berada di luar rumah. Mereka baru kembali sekitar pukul 19.00 Wita.
Sesampainya di rumah, sejumlah kamar ditemukan dalam kondisi berantakan. Suami Nur kemudian mendapati jendela kamar yang selama ini tidak pernah dibuka dalam kondisi terbuka.
Kecurigaan semakin kuat setelah ditemukan bekas congkelan pada pintu rumah. Nur kemudian mengecek barang-barang miliknya dan mendapati sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan, hilang.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Balikpapan pada 10 September 2026.
Nur sebelumnya juga menyampaikan kejadian itu melalui grup komunikasi warga. Dari percakapan tersebut, sejumlah warga disebut mengaku pernah mengalami kejadian serupa.
Persoalan kemudian melebar pada sistem keamanan lingkungan. Nur mengaku telah menyampaikan kejadian tersebut kepada petugas keamanan.
Ia juga mempertanyakan penanganan terhadap dugaan pencurian yang menurut informasi yang diterimanya disebut pernah terjadi sebelumnya.
Nur menegaskan dirinya tidak bermaksud menuduh petugas keamanan terlibat dalam dugaan pencurian.
Ia meminta pengelola memperbaiki sistem keamanan dan memastikan warga mendapatkan rasa aman.
“Saya cuma ingin keamanan di sini ditingkatkan. Soal emas saya yang hilang, biar menjadi urusan saya dengan pihak kepolisian,” ujar Nur sebelumnya.
Persoalan lain muncul setelah sejumlah petugas keamanan mendatangi rumah Nur pada malam setelah kejadian. Menurut pengakuannya, sekitar tujuh petugas datang dan terjadi adu mulut.
Nur menyebut dirinya saat itu berada di rumah seorang diri sambil menggendong bayinya yang masih berusia tiga bulan.
Ia berharap dirinya dapat dipertemukan dengan seluruh petugas keamanan yang datang ke rumahnya malam itu.
Dengan adanya surat undangan tersebut, pengelola kini membuka ruang pertemuan secara langsung dengan Nur untuk membahas persoalan lingkungan.
Estate Management dalam suratnya menekankan pertemuan tersebut untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga.
Sementara itu, proses hukum atas dugaan pembobolan rumah tetap berjalan melalui laporan Nur kepada kepolisian.
Mediasi antara warga dan pengelola diharapkan dapat membahas persoalan keamanan lingkungan sekaligus mencari langkah perbaikan agar keresahan warga Mentari Village tidak terus berlanjut.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
