PHK di Balikpapan Masih Stabil di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Tekanan ekonomi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ketenagakerjaan di Kota Balikpapan, khususnya pada angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan menyebut jumlah PHK hingga saat ini masih relatif stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Disnaker Kota Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, belum terlihat adanya peningkatan PHK secara signifikan meskipun kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau dilihat PHK khususnya, antara tahun lalu dengan sekarang kurang lebih sama saja,” kata Adamin, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, kondisi ketenagakerjaan di Balikpapan memiliki karakteristik berbeda dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur yang menjadi pusat aktivitas pertambangan. Perubahan kondisi pada sektor pertambangan memang dapat berpengaruh terhadap tenaga kerja, terutama ketika perusahaan melakukan penyesuaian terhadap kegiatan operasionalnya.

Namun, dampak tersebut tidak selalu tercermin secara langsung dalam data PHK Kota Balikpapan. Sebab, banyak perusahaan pertambangan yang berkantor di Balikpapan tetapi menjalankan aktivitas utama di luar wilayah kota.

“Kalau di Balikpapan ini bukan lokasi tambangnya. Walaupun kantornya di sini, belum tentu pekerjaannya juga di sini,” jelas Adamin.

Ia mengatakan, lokasi kantor perusahaan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk melihat jumlah tenaga kerja yang terdampak apabila terjadi perubahan operasional.

Bergantung Sektor Pertambangan

Menurut Adamin, pekerja perusahaan pertambangan dapat ditempatkan di berbagai wilayah sesuai dengan lokasi kegiatan perusahaan. Karena itu, ketika terjadi pengurangan tenaga kerja pada sektor tersebut, pekerja yang terdampak belum tentu tercatat sebagai tenaga kerja yang bekerja di Balikpapan.

“Jadi, kantor perusahaan ada di Balikpapan, tetapi pekerjanya bisa berada di daerah lain karena mengikuti lokasi operasional,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pengaruh perlambatan ekonomi terhadap angka PHK di Balikpapan tidak terlalu besar dibandingkan daerah yang aktivitas ekonominya lebih bergantung langsung pada sektor pertambangan.

Meski demikian, Disnaker tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan dunia kerja. Pemerintah tidak hanya memperhatikan potensi PHK, tetapi juga perkembangan jumlah pencari kerja dan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan.

Adamin menegaskan, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena dinamika ekonomi dapat berubah sewaktu-waktu. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui lebih cepat apabila terdapat perusahaan yang mulai melakukan penyesuaian terhadap jumlah tenaga kerjanya.

“Untuk sementara kondisi PHK di Balikpapan masih relatif terkendali. Belum ada peningkatan yang berarti dibandingkan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, Disnaker berharap aktivitas ekonomi di Balikpapan tetap mampu menjaga penyerapan tenaga kerja. Pemerintah juga terus memantau perkembangan perusahaan agar perubahan ekonomi tidak berkembang menjadi persoalan ketenagakerjaan yang lebih besar.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses