El Nino Tekan Serapan Gabah Bulog Kaltim dan Kaltara yang baru 15.000 Ton dari Target 23.000 Ton
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Fenomena El Nino dan musim kemarau mulai menekan produksi pertanian di Kalimantan Timur. Kondisi itu tercermin dari serapan gabah petani oleh Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara yang baru mencapai sekitar 15.000 ton, jauh di bawah target 23.000 ton.
Meski serapan gabah menurun, Bulog memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur masih dalam kondisi aman.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musasdin Said mengatakan realisasi penyerapan gabah saat ini belum memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Target kita sekitar 23.000 ton, sementara sampai sekarang baru terserap sekitar 15.000 ton,” kata Musasdin dikutip dari laman Pemprov.
Menurut dia, penurunan serapan tersebut tidak terlepas dari kondisi kekeringan dan musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Kaltim.
Padahal, beberapa daerah seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara masih memiliki potensi untuk mendukung penyerapan gabah petani.
Stok Beras Aman 5-6 Bulan
Di tengah tekanan produksi tersebut, Bulog memastikan ketersediaan beras masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Musasdin menyebut stok beras yang saat ini dikuasai Bulog mencapai sekitar 15.000 ton. Dengan tingkat penyaluran yang berjalan, stok tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga lima sampai enam bulan ke depan.
“Kalau untuk stok beras yang kita kuasai sekarang, dengan sekitar 15.000 ton, dibandingkan dengan penyaluran kita masih bisa mencukupi sekitar lima sampai enam bulan ke depan,” ujarnya.
Kondisi stok tersebut menjadi penyangga kebutuhan masyarakat ketika produksi beras lokal menghadapi tekanan akibat cuaca.
Bulog juga memprioritaskan stok yang tersedia untuk mendukung sejumlah program pemerintah, terutama operasi pasar dan bantuan pangan.
Mahakam Ulu Jadi Perhatian
Selain menjaga stok, Bulog juga memastikan distribusi beras tetap berjalan ke berbagai wilayah Kaltim.
Perhatian khusus diberikan kepada daerah yang memiliki tantangan distribusi, termasuk wilayah terisolir seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi geografis dan keterbatasan akses tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Bulog menyatakan akan terus menjaga ketersediaan sekaligus kelancaran distribusi beras di Kaltim.
Dengan serapan gabah yang baru mencapai sekitar 65 persen dari target, tekanan terhadap produksi akibat kemarau dan El Nino tetap menjadi perhatian. Namun, stok Bulog saat ini masih menjadi penyangga untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
