Program Gratispol Kaltim Jangkau 48 Ribu Mahasiswa, Targetkan Beasiswa Hingga S3

Diskusi Terbuka Monitoring dan Evaluasi program Gratispol secara daring di Universitas Balikpapan (Uniba), Selasa (14/4/2026)
Diskusi Terbuka Monitoring dan Evaluasi program Gratispol secara daring di Universitas Balikpapan (Uniba), Selasa (14/4/2026) (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang, bukan sekadar beban biaya daerah (cost). Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri Diskusi Terbuka Monitoring dan Evaluasi program Gratispol secara daring di Universitas Balikpapan (Uniba), Selasa (14/4/2026).

Program unggulan ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak di Kalimantan Timur yang putus sekolah atau kuliah karena hambatan ekonomi. Bahkan, Rudy memasang target ambisius untuk memperluas jangkauan pembiayaan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3).

“Pendidikan bukanlah cost, melainkan investasi. Apa yang kita lakukan hari ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang berdaya saing dalam menghadapi tantangan global,” ujar Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut.

Realisasi Anggaran Tembus Rp220,7 Miliar

Sejauh ini, komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim melalui program Gratispol telah menunjukkan dampak nyata. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 48.675 mahasiswa dengan total serapan anggaran mencapai Rp220,7 miliar.

Angka ini membuktikan bahwa Gratispol bukan sekadar wacana politik, melainkan kebijakan yang berjalan bertahap dan sistematis. Gubernur juga menekankan pentingnya evaluasi agar penyaluran dana tetap tepat sasaran dan transparan.

Dampak Nyata di Universitas Balikpapan

Sebagai salah satu mitra strategis, Universitas Balikpapan melaporkan tren positif penerima manfaat dari program ini. Rektor Uniba, M. Isradi Zainal, merincikan penyaluran bantuan di kampusnya pada tahun 2026:

  • Tahap I: Disalurkan kepada 600 mahasiswa dengan nilai lebih dari Rp3,16 miliar.
  • Tahap II: Meningkat menjadi 945 mahasiswa dengan total bantuan lebih dari Rp4,71 miliar.

“Program ini sangat membantu mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan mereka tanpa perlu khawatir dengan biaya kuliah,” ungkap Isradi Zainal.

Akuntabilitas dan Transparansi Anggaran

Dalam forum tersebut, Universitas Balikpapan juga melakukan aksi nyata dalam menjaga integritas pengelolaan dana publik dengan menyerahkan secara simbolis pengembalian kelebihan dana bantuan Gratispol kepada Pemprov Kaltim. Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk akuntabilitas yang tinggi antara perguruan tinggi dan pemerintah.

Diskusi ini menjadi ruang dialog penting yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, hingga mahasiswa untuk menyerap aspirasi demi penyempurnaan kebijakan di masa mendatang.

Gubernur berharap sinergi ini terus diperkuat untuk mencetak generasi muda Benua Etam yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing di dunia kerja maupun pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses