Jurnalis Balikpapan saat menjalani rapid test antibody

Sabtu Pekan Ini Pemkot Balikpapan Gelar Rapid Test Massal di 34 Puskesmas

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan akan menggelar rapid test massal di 34 puskesmas pada Sabtu 20 Juni pekan ini. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty, Selasa (16/06).

“Hari Sabtu kita jadwalkan rapid test massal semua kelurahan, datang ke puskesmas wilayah masing-masing,” ungkapnya usai rilis Tim Gugus Tugas Covid Kota Balikpapan ( 16/6/2020).

Dia menargetkan masing-masing kelurahan melakukan rapid test minimal 60 orang. Pihaknya menyiapkan 2.020 rapid test. “Semua kelurahan serentak silahkan datang ke puskesmas wilayah kelurahan masing-masing,” ujarnya.

“Sementara kita target 60 orang per kelurahan. Tapi kita targert 2.020 rapid test yang kita sediakan, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 12 dibatasi,”sebutnya.

Kata dia, dibatasi hanya 3 jam karena pertimbangan jumlah analis terbatas dan hanya bisa menggunakan baju pelindung 3 jam. “Kita kalau pakai baju itu 3 jam. Setelah itu lewat 3 jam dia (petugas medis) juga bisa sakit,”jelasnya.

Sementara untuk perusahaan di jalan MT Haryono yang kabarnya juga telah melakukan rapid test ke karyawannya, belum ada laporan. “Tidak melapor ke kami, puskesmas juga tidak ada laporan, jadi kita sama sekali gak tahu. Nanti kita cari tau,” ujarnya.

Kata dia, jika perusahaan menggunakan laboratorium klinik swasta pasti akan melapor. Namun hingga kini tidak ada laporan. “Gak tahu pakai tenaga medis siapa. Kalau dia pakai laboratorium swasta, itu punya kewajiban melapor ke kita,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk stok rapid test yang ada saat ini berjumlah 3 ribu merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim. “Kita akan pakai 2020 di hari Sabtu nanti. Untuk pengadaan dari Pemkot masih proses,” katanya.

Comments

comments

Baca juga ini :  Panhut Kota Balikpapan Siapkan Berbagai Kegiatan, Ini Agendanya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.