Pengacara warga Yesayas Rohi

Soal Ganti Rugi Lahan Tol, Pengacara Warga : Tol Sudah Untung Masyarakat Masih Buntung

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Hasil pertemuan terkait maupun pengacara warga yang di fasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan belum menemukan titik terang soal ganti rugi lahan

Pengacara warga Yesayas Rohi mengatakan, dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota pada Rabu (08/09/2021), tidak menghasilkan apapun. Warga justru diminta menunggu dua 12 hari lagi.

“Ternyata hari ini terakhir, tetapi masih seperti itu masih jalan ditempat. Tadi hanya baca  sebatas berita acara, identifikasi lahan Kamis kemarin,” ujar Yesayas kepada awak media

“Alasannya (belum dibayar ganti rugi) karena dari pihak Badan Pertanahan dan Kecamatan belum bisa menentukan batas wilayah. Batas wilayah antara Timur dan Utara,”

Menurutnya, tim akan turun kembali untuk menentukan batas wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara. Karena ganti rugi lahan tersebut terkendala tumpang tindih lahan.

“Karena BPN juga masih belum bisa memutuskan masuk wilayah mana, Timur atau Utara. Sedangkan sudah berlarut-larut sudah 4 tahun masa gak bisa sih, batas wilayah mana,” ujarnya

“Karena yang klaim ini kan sebenarnya dari Utara datang klaim di Timur. Masa sudah kita pertanyakan sekian tahun, jalan ditempat, tidak ada perkembangan,”

Tim dari Badan Pertnahan Nasional (BPN) Camat Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara, Lurah Manggar dan Lurah Karangjoang. Termasuk dua RT yang masuk wilayah sengketa.

“Yang di undang Camat Timur, Camat Utara, Lurah Manggar, Lurah Karangjoang dan RT masing-masing, RT 37 dan RT 3 ya mungkin. Tadi dikasih kesempatan 12 hari lagi, paling lama,” ujarnya

Warga kata, sudah mengancam akan memasang palang di Jalan Tol Balikpapan – Samarinda khususnya seksi 5 wilayah Manggar Balikpapan Timur. Karena belum ada kejelasan soal ganti rugi.

Baca juga ini :  Pembebasan Lahan Waduk Tritip Masih Butuh Rp100 M

“Tadi warga sudah SMS, mau dipalang, saya bilang sabar dulu ini masih rapat tolong menahan diri dulu. Cuma warga sudah gak bisa menahan diri lagi,” ujarnya.

“Saya juga akan turun ke lapangan, untuk mendiskusiakn dengan mereka, ngomong dengan mereka mendinginkan suasana, biar supaya jangan tutup menutup lagi,”

Warga mengaku, kecewa, karena mulai Rabu kemarin, sudah dilakukan tarif untuk jalan tol Balikpapan – Samarinda seksi 5. Sementara warga  pemilik lahan belum menerima uang ganti rugi.

“Karena mereka bilang hari ini kan sudah bayar, keuntungan sudah diambil oleh jalan tol, kenapa uang yang harus diterima masyarakat belum diterima. Tol sudah untung masyarakat masih buntung,” ujarnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.