Stok BBM Nasional Disebut Hanya 18–20 Hari, Produksi Migas Digenjot, 45 Ribu Sumur Rakyat Dipantau
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Pemerintah mengungkap stok bahan bakar minyak (BBM) dan cadangan nasional saat ini berada di kisaran 18 hingga 20 hari. Pemerintah memastikan ketersediaan energi menjadi perhatian utama di tengah dinamika geopolitik global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kondisi stok tersebut seusai mengikuti Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil mengatakan, dalam sidang tersebut Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah memastikan ketahanan dan ketersediaan energi nasional, khususnya menghadapi perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan energi.
“Hal-hal yang kita bahas adalah sudah barang tentu menyikapi geopolitik yang terjadi dengan memastikan ketersediaan energi nasional kita harus cukup,” kata Bahlil, dikutip dari laman Setneg.
Ia menyebut stok BBM dan cadangan nasional saat ini berada pada kisaran 18–20 hari.
“Saya sampaikan bahwa dalam rapat tadi juga kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18-20 hari. Jadi masih alhamdulillah clear,” ujarnya.
Pemerintah Siapkan Strategi Energi Jangka Panjang
Selain memastikan pasokan BBM dalam jangka pendek, pemerintah juga mulai menyiapkan strategi untuk memperkuat kemandirian energi nasional dalam jangka panjang.
Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan E50, setelah pemerintah menjalankan program biodiesel B50.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan BBM dari luar negeri dengan meningkatkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energi dari dalam negeri.
Bahlil menyebut konsumsi solar nasional saat ini mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun. Sementara konsumsi bensin berada di kisaran 39–40 juta kiloliter per tahun.
Produksi Migas Digenjot, 45 Ribu Sumur Rakyat Dipantau
Pemerintah juga akan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi melalui eksplorasi secara besar-besaran terhadap cekungan dan blok migas.
Selain eksplorasi baru, pemerintah akan mengoptimalkan sumur-sumur yang telah berproduksi dengan dukungan teknologi.
Presiden Prabowo, kata Bahlil, juga memberikan perhatian terhadap keberadaan sekitar 45 ribu sumur rakyat.
“Termasuk di dalamnya tadi Bapak Presiden memerintahkan untuk memantau terkait dengan sumur-sumur rakyat yang 45 ribu itu harus dilakukan secara profesional dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain,” tutur Bahlil.
Pemerintah, Akademisi dan Pengusaha Diminta Bersinergi
Dalam sidang DEN, Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan energi nasional.
Sinergi tersebut dinilai diperlukan untuk menyusun kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan energi Indonesia dalam jangka panjang.
“Hal-hal lain juga tadi arahan Bapak Presiden kepada kami, bahwa harus kita melakukan kerja sama yang baik antara akademisi, pelaku usaha, dengan pemerintah dalam membuat kebijakan energi ke depan,” ujar Bahlil.
RUU Migas Ikut Dibahas
Sidang DEN juga membahas rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas).
Menurut Bahlil, dalam laporan DEN terdapat agenda penguatan kelembagaan dalam tata kelola sektor migas. Lembaga tersebut nantinya diarahkan berada langsung di bawah Presiden.
“Hal yang tidak kalah pentingnya arahan Bapak Presiden kaitannya dengan rancangan Undang-Undang Migas yang dilaporkan oleh Dewan Energi Nasional bahwa kita akan memperkuat dengan lembaga ini akan berada langsung di bawah Bapak Presiden,” kata Bahlil.
Ia menegaskan Kementerian ESDM akan menjalankan kebijakan sesuai arahan Presiden.
“Kami sebagai Menteri Teknis akan menjalankan apa yang diperintahkan oleh arahan Bapak Presiden,” pungkasnya.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
