Sungai Mahakam Surut, Distribusi Pangan ke Hulu Mahakam Ulu hingga Perbatasan Makin Sulit

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat mengunjungi Kabupaten Mahakam Ulu untuk menyerahkan bantuan pangan, Jumat 11 September 2026 (foto : Pemprov)
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat mengunjungi Kabupaten Mahakam Ulu untuk menyerahkan bantuan pangan, Jumat 11 September 2026 (foto : Pemprov)

MAHAKAM ULU, Inibalikpapan.com — Kemarau panjang menekan kehidupan masyarakat di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu. Debit Sungai Mahakam yang menyusut membuat mobilitas warga semakin sulit sekaligus memperberat distribusi kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan 52,45 ton Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Tahap II kepada masyarakat di wilayah hulu Mahakam Ulu.

Bantuan diserahkan langsung Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, dan Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu, Jumat (11/9/2026).

Seno mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau berkepanjangan.

“Sejauh apa pun wilayah kita, pemerintah harus hadir. Mahakam Ulu adalah bagian penting dari Kalimantan Timur. Masyarakat di wilayah hulu adalah bagian yang tidak boleh tertinggal dalam pembangunan,” kata Seno, dikutip dari laman Pemprov.

Sungai Surut, Distribusi Pangan Ikut Terganggu

Menurut Seno, dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan kebutuhan masyarakat. Menurunnya debit Sungai Mahakam juga berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi barang.

Kondisi itu berpotensi membuat perjalanan lebih sulit, sementara kebutuhan pokok membutuhkan waktu dan biaya lebih besar untuk mencapai wilayah hulu.

“Ketika air surut, semuanya ikut terdampak. Perjalanan menjadi lebih sulit, distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih panjang,” ujarnya saat melanjutkan perjalanan ke Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari.

Karena itu, bantuan CPPD diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama menghadapi kondisi kemarau panjang.

Seno menegaskan Pemprov Kaltim ingin memastikan masyarakat di wilayah paling hulu tetap memperoleh perhatian pemerintah.

“Bagi kami, kehadiran langsung seperti ini penting. Kami ingin melihat dari dekat kondisi masyarakat. Kami ingin mendengar apa yang dirasakan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke wilayah paling hulu di Benua Etam,” tegasnya.

Bukan Sekadar Bantuan Pangan

Seno menyebut penanganan dampak kemarau tidak cukup hanya melalui bantuan pangan. Persoalan konektivitas dan akses transportasi juga harus diperkuat agar masyarakat di wilayah hulu tidak terus menghadapi tingginya biaya distribusi.

Menurut dia, pembangunan jalan, konektivitas antarkampung, akses transportasi hingga distribusi kebutuhan pokok perlu menjadi perhatian berkelanjutan.

“Kita ingin pembangunan jalan terus didorong, konektivitas antarkampung semakin terbuka, dan biaya distribusi semakin ringan. Dengan akses yang semakin baik, pergerakan masyarakat dan barang juga akan semakin mudah,” ungkapnya.

Bagi Seno, kondisi geografis Mahakam Ulu tidak boleh menjadi alasan berkurangnya perhatian pemerintah.

“Kita tidak boleh membiarkan jarak membuat perhatian menjadi jauh. Justru semakin jauh sebuah wilayah, semakin kuat perhatian yang harus kita berikan,” pungkasnya.

Penyaluran CPPD Tahap II sebesar 52,45 ton tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu warga melewati tekanan kemarau panjang yang berdampak hingga ke wilayah perbatasan.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses