Update 15 Mei 2020 : 1 Pasien Covid-19 Sembuh di Balikpapan, 1 PDP Meninggal

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kembali kabar gembira, 1 pasien positif covid-19 yang dirawat di rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo  Balikpapan dinyatakan sembuh setelah 2 kali berturut-turut hasil uji swabnya menunjukkan negatif.

“Hari ini ada lagi 1 yang sembuh. Jadi yang dirawat 14 (kasus positif covid-19) atau berkurang 1 dibandingkan kemarin,” ujar Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam konfrensi pers, Jumat sore (15/5/2020).

Dia mengatakan, hingga kini pasien covid-19  yang sembuh berjumlah 29 orang atau sudah meninggalkan rumah sakit. ”Jadi yang sembuh dan sudah bisa meninggalkan ruang isolasi di rumah sakit berjumlah 29 orang,” katanya.

Sementara untuk hari ini tidak ada penambahan pasien positif covid-19 sehingga masih tetap berjumlah 45 orang. “Jadi total pasien positif covid-19 kita tidak ada perubahan  dan yang positif covid-19, ” ujarnya.

Namun ada kabar duka, karena 1 pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal hari ini di rumah sakir Kanudjoso. “Usianya masih sangat muda 20 tahun, laki-laki ada penyakit TB paru, hasil swabnya belum kita terima,” ungkapnya.

Menurutnya, swab PDP yang meninggal tersebut telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Surabaya (BBLK). “Tentu pasien PDP meninggal dunia pemakamannya dilaksanakan tetap berdasarkan protokol positif covid-19,” tandas Rizal.

Sedangkan untuk kasus PDP juga bertambah cukup banyak hingga 24 kasus, sehingga seluruhnya menjadi 24 kasus. “PDP kita hari ini cukup banyak tambahan ada 24 kasus. Kalau kemarin tinggal 14 hari ini menjadi 38 kasus. Penambahan PDP ini karena juga beberapa rumah sakit swasta telah melaksanakan rapid test secara mandiri,”jelasnya.

Adapun orang dalam pemantauan (ODP) justru berkurang dari sebelumnya 301 kasus menjadi 266 kasus  atau berkurang sebanyak 35 kasus. “Kita masih menunggu pemeriksaan laboratorium  dari BLLK surabaya 21 spesimen,” ujarnya.

Baca juga ini :  Tidak Ada Laporan Masyarakat Belum Terima Santunan Kematian Covid-19

Lalu ada 29 spesimen baru yang dikirim ke BLLK Surabaya karena pemeriksaan test cepat molekuler di rumah sakit Kanudjoso masih terbatas. Begitu pun PCR polymerase chain reaction di rumah sakit Pertamina.

“Kemudian ada Spesimen baru kita kirim karena  TCM kanujoao dan PCR karena belum berfungsi full, sehingga masih sebagian hasil swab masih dikirim ke 29 spesimen Surabaya masih kita tunggu hasilnya,”tutupnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.