Urusan Pertahanan hingga Kecerdasan Buatan, Indonesia Tegaskan Korsel Tetap Jadi Mitra Strategis

JAKARTA, inibalikpapan.com — Hubungan Indonesia dan Korea Selatan kini tak lagi sekadar soal investasi atau budaya populer. Di tengah memanasnya geopolitik Indo-Pasifik, kedua negara justru semakin dekat. Ini utamanya dalam urusan yang jauh lebih strategis: pertahanan, teknologi, hingga masa depan kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah Indonesia menegaskan Korea Selatan tetap menjadi salah satu mitra strategis paling penting bagi Indonesia dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, menyampaikan itu dalam sosialisasi Lomba Menulis Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bertema “Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM”.

“Korea Selatan selalu menjadi negara strategis bagi Indonesia. Tidak hanya karena investasi dan perdagangan, tetapi juga kerja sama yang bersifat historis,” ujar Santo.

Menurutnya, hubungan Jakarta-Seoul kini berkembang jauh lebih luas, mulai dari demokratisasi, tata kelola pemerintahan, pembangunan ibu kota baru, hingga industri pertahanan modern.

Salah satu simbol paling nyata dari kemitraan itu adalah proyek pesawat tempur KF-21 Boramae. Ini dikembangkan bersama Indonesia dan Korea Selatan.

Bagi Indonesia, proyek tersebut bukan hanya soal membeli teknologi militer, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian industri pertahanan nasional.

Namun Santo menegaskan tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar memiliki banyak kerja sama militer dengan negara lain, melainkan bagaimana seluruh sistem pertahanan itu bisa terintegrasi.

“Yang penting adalah bagaimana berbagai kerja sama dari banyak sumber itu bisa menjadi satu sistem yang integratif dan berfungsi secara keseluruhan bagi pertahanan nasional,” tegasnya.

Pernyataan itu muncul di tengah semakin kompleksnya hubungan pertahanan Indonesia dengan sejumlah negara lain seperti Prancis, Turki, hingga Tiongkok.

Dianggap Middle Power

Dalam konteks geopolitik Indo-Pasifik, Indonesia dan Korea Selatan juga dinilai memiliki posisi yang mirip sebagai middle power atau kekuatan menengah yang berupaya menjaga stabilitas kawasan di tengah persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Santo bahkan menyinggung konsep lama kerja sama “KIA” atau Korea-Indonesia-Australia, yang pernah dipandang sebagai poros negara menengah dengan visi kawasan yang sejalan.

“Negara-negara middle power dapat menjadi motor kerja sama kawasan sekaligus penyeimbang di tengah dinamika kekuatan besar,” jelasnya.

Selain pertahanan, isu kecerdasan buatan (AI) juga ikut menjadi perhatian dalam hubungan strategis kedua negara.

Santo menilai perkembangan AI tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir strategis dan kreatif.

Menurutnya, justru ide-ide yang awalnya dianggap “tidak masuk akal” sering melahirkan perubahan besar dalam sejarah dunia.

Ia mencontohkan konsep nuclear deterrence atau penangkalan nuklir yang dulu dianggap paradoks. Belakangan konsep itu akhirnya menjadi salah satu faktor pencegah perang besar antarnegara.

“Dulu konsep deterrence nuklir terasa tidak masuk akal, bagaimana senjata pemusnah massal justru menciptakan stabilitas? Tapi sejarah menunjukkan konsep itu menjadi salah satu faktor pencegah konflik besar antar negara,” katanya.

Karena itu, pemerintah menilai penguatan literasi strategis masyarakat menjadi semakin penting di era banjir informasi digital dan AI.

Melalui lomba menulis strategis yang digelar ISDS, publik diajak tidak hanya menjadi konsumen informasi. Publik juga ikut membangun gagasan tentang posisi Indonesia di tengah persaingan global.

CEO sekaligus Co-Founder ISDS, Dwi Sasongko, menyebut penguatan hubungan Indonesia-Korea Selatan tidak cukup hanya lewat jalur pemerintah, tetapi juga harus melibatkan masyarakat.

“Melalui kompetisi menulis ini, kami ingin membuka ruang partisipasi publik. Agar masyarakat dapat memahami dinamika kerja sama strategis tersebut secara lebih kritis,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses