Wali Kota Rahmad Mas’ud: Balikpapan Makin Modern, Moral dan Akhlak Tak Boleh Tertinggal
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengingatkan agar pesatnya pembangunan dan transformasi kota tidak hanya melahirkan kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga diikuti penguatan moral serta karakter masyarakat.
Pesan itu disampaikan Rahmad saat menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan.
Menurut Rahmad, peringatan Maulid Nabi tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini adalah momentum berharga bagi kita semua untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Rahmad, Rabu 2 September 2026.
Balikpapan Makin Berkembang, Tantangan Sosial Ikut Bertambah
Rahmad mengatakan Balikpapan saat ini berada dalam fase transformasi yang pesat. Sebagai salah satu pintu gerbang sekaligus mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan menghadapi akselerasi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, serta meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi kota. Namun, di sisi lain, perubahan cepat juga membawa tantangan sosial yang tidak kalah besar.
Karena itu, menurut Rahmad, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia.
Kemajuan infrastruktur, teknologi, dan ekonomi tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan sebuah kota. Persoalan lingkungan, kebutuhan dasar masyarakat, ketertiban, hingga dinamika sosial membutuhkan fondasi moral yang kuat.
“Di sinilah pentingnya spirit Madinatul Iman. Kemajuan material harus berjalan beriringan dengan kematangan spiritual,” katanya.
Kerukunan Jadi Kekuatan Balikpapan
Rahmad juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman warga Balikpapan.
Menurut dia, keberagaman yang dimiliki Balikpapan harus menjadi kekuatan untuk membangun kota yang harmonis, bukan menjadi sumber perpecahan.
Ia menilai pembangunan karakter juga harus dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.
Orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan akhlak, nilai moral, serta kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini. Dengan begitu, anak-anak Balikpapan diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing.
Ustaz Das’ad Latief Ingatkan Jangan Mudah Marah
Pesan penguatan akhlak juga disampaikan penceramah Ustadz Dr. H. Das’ad Latief dalam acara tersebut.
Ia mengingatkan umat Islam agar tidak menjadikan perbedaan pemahaman maupun amalan sebagai alasan untuk saling mencaci dan merendahkan.
Menurut Das’ad, perbedaan seharusnya disikapi dengan saling menghormati. Maulid Nabi justru dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun persaudaraan.
Ia juga mengajak masyarakat meneladani kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Jangan mudah menyerah dan jangan mudah marah. Belajarlah dari kesabaran Rasulullah SAW,” pesannya.
Dalam kehidupan keluarga, Das’ad menekankan pentingnya komunikasi, kasih sayang, dan sikap saling menghargai. Persoalan rumah tangga, kata dia, harus diselesaikan dengan cara yang baik dan tanpa kekerasan.
Sedekah Tak Harus Menunggu Kaya
Selain soal kerukunan dan keluarga, Das’ad juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah.
Menurut dia, berbagi kepada sesama tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan berlebih. Yang lebih penting adalah keikhlasan dan kepedulian.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi Maulid Nabi bahwa pembangunan kota pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang gedung, jalan, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi.
Ada manusia yang harus tetap dirawat nilai kemanusiaannya.
Bagi Balikpapan, kemajuan dan akhlak bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Kota yang semakin modern justru membutuhkan masyarakat yang semakin matang dalam menjaga persaudaraan, lingkungan, keluarga, toleransi, dan kepedulian sosial.
Dengan fondasi tersebut, cita-cita menjadikan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni, modern, harmonis, dan penuh keberkahan dapat terus dibangun bersama.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
