Balikpapan Perkuat Antisipasi Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com– Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk dampak asap yang dapat ditimbulkan dari kebakaran di wilayah lain di Kalimantan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pemerintah daerah telah mengintensifkan koordinasi hingga tingkat kelurahan dan RT untuk mencegah munculnya titik api di wilayah Balikpapan.

“Menjaga lingkungan kita, termasuk membakar lahan yang dialihfungsikan menjadi pertanian, untuk tidak dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” kata Rahmad. Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, pembukaan lahan dengan cara dibakar memiliki risiko tinggi, terutama di tengah kondisi yang dapat meningkatkan potensi kebakaran. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan pertanian maupun ladang.

Rahmad menyebut, imbauan tersebut telah disampaikan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan diteruskan kepada masyarakat melalui camat, lurah, hingga RT.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak membakar sampah di kawasan yang berdekatan dengan hutan atau lahan yang mudah terbakar.

“Larangan untuk membakar dalam bentuk apa pun untuk membuat pertanian, membuka lahan untuk ladang, atau membakar sampah di wilayah-wilayah hutan sekitar kita. Itu menjadi rentan,” ujarnya.

Untuk menghadapi kemungkinan dampak karhutla dari daerah lain, Rahmad memastikan Pemkot Balikpapan telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempersiapkan langkah penanganan yang diperlukan.

Periksa Instalasi Listrik

Selain karhutla, Rahmad mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran permukiman. Hal ini menyusul sejumlah kejadian kebakaran rumah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Ia meminta warga memeriksa instalasi listrik, terutama kabel yang sudah berusia lama, untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga melanjutkan penanganan pascakebakaran Pasar Klandasan. Pemerintah menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membangun kios sementara agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.

Rahmad meminta pedagang memanfaatkan fasilitas sementara tersebut secara adil. Ia mengakui adanya keberatan dari sebagian pedagang karena jumlah lapak yang tersedia lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Namun, menurut dia, kios tersebut memang bersifat sementara sehingga harus digunakan dengan semangat berbagi.

“Kita jangan memonopoli. Kita berhak mencari hidup dan mencari keuntungan, tetapi jangan sampai yang lain juga terabaikan,” kata Rahmad.

Pemerintah berharap aktivitas ekonomi pedagang Pasar Klandasan dapat segera pulih, sembari memastikan penataan sementara dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan persoalan baru antarpedagang.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses