Ketua TP PKK Balikpapan Dorong Penataan Ruang Publik di Jogging Track Stadion Batakan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com– Ruang publik di Kota Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat secara tertib dan nyaman.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menyoroti penggunaan area jogging track di stadion batakn yang dimanfaatkan sebagian warga untuk piknik. Menurutnya, aktivitas tersebut perlu ditata agar tidak mengganggu masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut untuk berolahraga.
Dalam keterangannya, Nurlena menyampaikan perlunya penyediaan ruang khusus bagi warga yang ingin bersantai atau berpiknik, sehingga fungsi jogging track tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Ini tempat jogging track, ini dijadikan oleh warga untuk piknik. Nanti kita berikan tempat sehingga tidak mengganggu olahraga jogging. Ini kan jogging track,” ujar Nurlena, Rabu (27/8/2026).
Ia menilai penataan ruang publik menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Selain berolahraga, masyarakat juga membutuhkan area untuk berkumpul, bersantai, hingga menyediakan ruang bermain bagi anak-anak.
Butuh Program CSR
Karena itu, Nurlena membuka peluang adanya dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dukungan tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk membangun fasilitas tambahan di sekitar kawasan, seperti taman maupun area bermain anak.
“Nanti kita akan berikan fasilitas. Kita bisik-bisik ke Pak Wali supaya ada CSR juga. Siapa tahu ada CSR dari daerah-daerah sini memberikan taman, tempat bermain anak,” katanya.
Menurut dia, penyediaan fasilitas tambahan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas warga, melainkan menciptakan ruang publik yang dapat digunakan bersama secara nyaman. Warga yang ingin piknik tetap dapat menikmati ruang terbuka, sementara masyarakat yang berolahraga juga memiliki jalur yang tidak terganggu.
Gagasan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membangun ruang publik dengan konsep yang lebih inklusif. Satu kawasan tidak harus hanya memiliki satu fungsi, tetapi dapat menampung beragam aktivitas selama tersedia pembagian ruang yang jelas.
Nurlena berharap penataan tersebut nantinya dapat membuat masyarakat semakin nyaman menggunakan fasilitas publik. Dengan adanya taman, area bermain, dan ruang khusus untuk bersantai, warga dapat menikmati waktu bersama keluarga tanpa mengurangi hak masyarakat lain untuk berolahraga.
“Warga-warga yang mau piknik di sini ya memberikan tempat atau ruang untuk orang yang berolahraga,” ujarnya.
Bagi Balikpapan, pengelolaan ruang publik semacam ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ruang terbuka tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi bagian dari kualitas hidup warga.
Pada akhirnya, ruang publik adalah milik bersama. Ketika setiap warga saling menghargai fungsi ruang dan kebutuhan satu sama lain, fasilitas yang tersedia dapat memberi manfaat lebih luas. Sebab, kota yang nyaman bukan hanya dibangun dengan fasilitas yang lengkap, tetapi juga dengan sikap bijak, saling menghormati, dan cinta terhadap lingkungan serta sesama warga.***
Penulis : Samsul/IG Nurlena Rahmad
Editor : Ramadani
BACA JUGA
