BBHA Lanjutkan Advokasi Nelayan Terdampak Tumpahan Minyak

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Badan Bantuan Hukum dan Advokasi atau BBHA PDI Perjuangan Balikpapan terus mengadvokasi nelayan pemancing yang menjadi korban tumpahan minyak. Pasalnya, sejak insiden terjadi hingga kini, ikan tangkapan nelayan menurun drastis.

Saripan, nelayan yang bermukim di RT 2 kelurahan Margomulyo ini mengakui bahwa dia bersama nelayan lainnya kian sulit mencari ikan karena perairan yang telah terkontaminasi meski tumpahan minyak telah dibersihkan di Teluk Balikpapan.

“Jumlah tangkapan ikan kami menurun drastis, kepiting banyak yang mati dan udang juga sulit didapat. Sampah plastik yang biasanya kami kumpulkan, banyak yang lengket kena tumpahan minyak,” kata Saripan (21/4/2018).

Saripan yang hanya berbekal perahu dayung, jaring ikan dan alat pancing, setiap hari menyusuri pesisir teluk mencari udang, kepiting dan ikan. sesekali juga mengumpulkan sampah plastik untuk menambah penghasilan.

“Kalau sudah begini, kami bingung mau kemana minta bantuan. Mana penghasilan menurun begini. Memang kami didata tapi tidak tahu itu untuk apa,” ungkapnya.

Kepala BBHA PDI Perjuangan Balikpapan, Agus Wijayanto, SH mengatakan, keberadaan nelayan pancing yang terdampak tumpahan minyak hampir luput dari pengamatan para stakeholder.

“Nelayan pemancing ini adalah para penghuni tetap Teluk Balikpapan. Merekalah yang sering kita lihat mondar-mandir mencari ikan dengan menggunakan peralatan sederhana,” ujar Agus.

BBHA lantas melakukan pendampingan kepada 12 nelayan di Sidodadi agar kepentingan mereka diakomodir para pihak yang bertanggung jawab. “Ini murni sosial, tidak ada unsur politis,” tekannya.

Untuk itu BBHA membuat Tim Advokasi Nelayan Teluk Balikpapan dan sudah direspon positif oleh pihak CSR Pertamina RU V agar para nelayan yang berkurang penghasilannya bisa tetap survive.

“Mereka rata-rata warga miskin yang dibuktikan dengan kartu Gakin dan JKN yang mereka sebut Kartu Jokowi. Kami juga diminta nelayan dari Pantai Lango dan Jenebora untuk pendampingan yang sama,” pungkasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.