BGN Suspend SPPG Talanganangin 30 Hari, Kepala SPPG Diusulkan Dicopot Usai Insiden MBG Sidoarjo

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana (foto : Humas BGN)

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talanganangin, Kalitengah, Sidoarjo, menyusul insiden keamanan pangan yang berdampak pada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN memberikan suspend berat selama 30 hari kepada SPPG tersebut. Selain itu, Kepala SPPG Talanganangin diusulkan untuk dicopot dan diganti sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan layanan MBG.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya juga melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan untuk mengungkap penyebab insiden yang membuat sejumlah penerima manfaat harus mendapatkan penanganan medis.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait. Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan. Kemudian kami juga melakukan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG Talanganangin, Kalitengah,” tegas Ketut, dalam siaran pers Humas BGN.

Kepala SPPG Diusulkan Dicopot

Tak hanya menghentikan sementara operasional SPPG, BGN juga mengambil langkah terhadap jajaran pengelolanya.

Ketut mengatakan BGN telah mengusulkan pencopotan sekaligus pergantian Kepala SPPG Talanganangin. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi internal setelah munculnya persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

“Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian,” ujarnya.

BGN sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan kepala daerah serta pimpinan MA dan MTs Manbaul Hikam Putat terkait penanganan insiden tersebut.

Penyebab Insiden MBG Masih Diinvestigasi

Meski sanksi telah dijatuhkan, BGN menegaskan penyebab insiden belum dapat dipastikan. Investigasi dan pemeriksaan masih berlangsung sehingga kesimpulan mengenai faktor pemicu kejadian baru akan disampaikan setelah seluruh proses selesai.

BGN bersama instansi kesehatan terkait masih melakukan pendalaman terhadap aspek keamanan pangan, termasuk untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para penerima manfaat.

Karena itu, BGN belum menyimpulkan faktor tertentu sebagai penyebab insiden sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.

Keselamatan Anak Jadi Prioritas

Di tengah proses investigasi, BGN menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para penerima manfaat yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” pungkas Ketut.

Insiden di Sidoarjo tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pengawasan pelaksanaan Program MBG, khususnya terkait standar keamanan pangan di tingkat SPPG.

Dengan diberlakukannya suspend berat dan evaluasi terhadap pengelola, BGN menegaskan bahwa aspek keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas dalam penyelenggaraan program tersebut.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses