Pemkot Balikpapan Kaji Jalan Alternatif Le Grandeur-BSB untuk Atasi Kemacetan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengkaji pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan kawasan Le Grandeur dengan Balikpapan Superblock (BSB). Rencana ini disiapkan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang selama ini bertumpu di kawasan BSB.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan Muh. Fadli Pathurrahman mengatakan, peninjauan lapangan telah dilakukan untuk melihat kondisi eksisting sekaligus mengidentifikasi kemungkinan pengembangan akses baru tersebut.
Menurutnya, jalur alternatif Le Grandeur-BSB menjadi salah satu opsi Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengurangi beban kendaraan di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas cukup tinggi.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka memecah arus kemacetan kendaraan yang senantiasa terjadi di wilayah Balikpapan Superblock,” kata Fadli.
Jalan Alternatif Le Grandeur-BSB Masih Tahap Kajian
Meski berpotensi menjadi jalur alternatif, rencana pembangunan tersebut belum masuk tahap pelaksanaan. Pemkot Balikpapan masih harus melakukan kajian teknis sekaligus membangun komunikasi dengan pihak swasta yang berkepentingan terhadap kawasan tersebut.
Fadli mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan PT Wulandari selaku pemilik BSB untuk membahas pengembangan akses tersebut.
“Masih perlu dilakukan komunikasi dan koordinasi dan kolaborasi bersama dengan PT Wulandari, pemilik daripada BSB, hingga kerja sama antara Pemerintah Kota dengan BSB nanti bisa berkembang lebih baik lagi,” ujarnya.
Koordinasi tersebut menjadi penting karena rencana jalan alternatif tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut akses kawasan dan kepentingan tata ruang di sekitarnya.
Terkendala GSP dan Lebar Jalan Eksisting
Selain persoalan kerja sama, Pemkot Balikpapan juga harus memperhitungkan aspek teknis dan regulasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan Garis Sempadan Pantai (GSP) di kawasan tersebut.
Kondisi jalan yang sudah ada juga masih perlu dikaji, terutama terkait lebar badan jalan dan kelayakannya apabila dikembangkan menjadi akses alternatif.
“Wilayah ini masih berdampak juga terkait masalah GSP atau Garis Sempadan Pantai, dan juga harus memperhatikan kondisi existing lebar jalan yang menurut kami masih perlu dilakukan…” kata Fadli.
Artinya, pembangunan jalan alternatif Le Grandeur-BSB tidak bisa dilakukan hanya dengan membuka konektivitas baru. Pemkot perlu memastikan jalur tersebut memenuhi ketentuan tata ruang, aspek keselamatan, kondisi lingkungan, serta mampu menampung kebutuhan lalu lintas.
Diharapkan Kurangi Beban Lalu Lintas BSB
Jika nantinya terealisasi, akses Le Grandeur-BSB diharapkan dapat memberikan pilihan jalur bagi pengguna kendaraan sehingga arus lalu lintas tidak seluruhnya bergantung pada ruas utama di kawasan Balikpapan Superblock.
Saat ini, Pemkot Balikpapan masih melakukan peninjauan dan pendalaman. Hasil kajian lapangan serta komunikasi dengan pihak terkait akan menjadi dasar untuk menentukan apakah rencana tersebut layak dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Pengembangan akses baru juga dinilai relevan dengan pertumbuhan aktivitas perkotaan Balikpapan. Sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan konektivitas jalan diperkirakan terus meningkat.
Karena itu, pembangunan infrastruktur transportasi ke depan tidak cukup hanya mengejar penambahan ruas jalan. Pemerintah juga dituntut memastikan konektivitas tersebut mampu mengurai kemacetan, mendukung mobilitas masyarakat, sekaligus selaras dengan tata ruang dan perkembangan kota.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
