Dari PAUD, Balikpapan Siapkan Fondasi Generasi Emas 2045
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong penguatan pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Peningkatan kompetensi pendidik PAUD dinilai menjadi salah satu kunci karena pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak dimulai sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kota Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud dalam kegiatan penguatan kapasitas dan kompetensi pendidik PAUD yang diikuti ratusan pendidik dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan, Rabu (19/8/2026).
Menurut Nurlena, guru PAUD memiliki posisi strategis dalam menentukan fondasi perkembangan anak sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Pendidik PAUD adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Mereka tidak hanya mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kecintaan terhadap lingkungan serta sesama,” ujarnya.
Ia menilai tugas pendidik PAUD tidak dapat dipandang hanya sebagai pekerjaan. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut memiliki kesabaran, dedikasi, kreativitas, serta kemampuan memahami kebutuhan setiap anak.
“Menjadi guru PAUD bukan sekadar profesi, tetapi juga panggilan hati. Ada kesabaran, ketulusan, dedikasi, dan kasih sayang yang harus diberikan kepada anak-anak,” kata Nurlena.
Karena itu, ia mendorong agar peningkatan kompetensi pendidik dilakukan secara berkelanjutan. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial membuat metode pembelajaran anak juga terus mengalami perubahan.
Pembelajaran yang Kreatif
Nurlena mengatakan guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan sehingga anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.

“Tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kompetensi pendidik harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak,” tuturnya.
Penguatan pendidikan PAUD, lanjutnya, juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, organisasi profesi, masyarakat, hingga keluarga dinilai memiliki peran dalam membangun ekosistem pendidikan anak yang berkualitas.
Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersinergi dengan Bunda PAUD kecamatan. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memberikan dukungan tambahan terhadap pelaksanaan program pendidikan di tingkat masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Rektor Universitas Mulia Balikpapan Dr. Muhammad Rusli, B.Sc., M.M., jajaran DPRD Kota Balikpapan, pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Balikpapan, Bunda PAUD kecamatan, organisasi profesi pendidikan, serta pengawas taman kanak-kanak.
Nurlena menegaskan investasi pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas tenaga pendidik yang berinteraksi langsung dengan anak.
“Anak-anak yang hari ini belajar di PAUD akan menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak pembangunan di masa depan. Karena itu, tugas para pendidik sangat mulia dan menentukan arah perjalanan bangsa,” katanya.
Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. Menurut Nurlena, fondasi tersebut harus dipersiapkan sejak anak berada pada usia dini.
“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045. Maka fondasinya harus kita siapkan dari sekarang, termasuk melalui pendidikan anak usia dini,” pungkasnya.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
