Pemkot Balikpapan Optimalkan Kios Kosong untuk Benahi Kawasan Pasar Pandansari
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mematangkan rencana penataan Pasar Pandansari sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan dan menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan pemanfaatan kios di lantai 3 dan 4 yang hingga kini masih banyak belum ditempati pedagang.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan penataan pasar menjadi agenda penting pemerintah karena Pasar Pandansari merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di Kota Balikpapan. Menurutnya, kondisi pasar harus ditata agar tetap nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
“Kami ingin kios di lantai 3 dan 4 yang masih kosong bisa dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu Dinas Perdagangan sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, perwakilan pedagang, ketua RT, lurah, dan camat untuk membahas langkah penataannya,” ujar Bagus, Rabu (5/8/2926).
Ia menjelaskan, koordinasi tersebut dilakukan agar kebijakan yang diambil dapat diterima seluruh pihak. Pemerintah juga ingin memastikan proses penataan berlangsung secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas perdagangan yang sudah berjalan.
“Prinsipnya kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Semua kami ajak berdiskusi agar penataan ini menghasilkan solusi terbaik bagi pedagang sekaligus masyarakat yang berbelanja,” katanya.
Selain mengoptimalkan kios yang masih kosong, pemerintah juga menyiapkan penataan zonasi berdasarkan jenis dagangan. Konsep tersebut dinilai akan membuat aktivitas jual beli lebih rapi sekaligus memudahkan pembeli mencari kebutuhan.
“Harapannya pedagang ditempatkan sesuai zonanya. Penjual sayur berada di satu lokasi, pedagang daging di lokasi lain, begitu juga pedagang asongan. Dengan begitu pasar akan lebih tertata dan pengunjung lebih mudah berbelanja,” jelas Bagus.
Jadi Penyebab Kemacetan
Ia menegaskan, salah satu persoalan yang ingin diselesaikan adalah maraknya pedagang yang memanfaatkan badan jalan untuk berjualan. Kondisi itu selama ini menjadi penyebab kemacetan sekaligus mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
“Kalau pedagang sudah menggunakan pinggir jalan, tentu lalu lintas terganggu. Kawasan pasar juga menjadi semrawut. Ini yang ingin kita benahi bersama melalui penataan yang lebih baik,” tegasnya.
Bagus meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan terus melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang agar mendukung program penataan. Edukasi dinilai penting agar para pedagang memahami bahwa ketertiban pasar akan memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Saya berharap lurah dan camat terus memonitor kondisi di lapangan. Pendampingan harus dilakukan secara terus-menerus sehingga pedagang mau memanfaatkan kios yang telah disediakan dan tidak lagi berjualan di badan jalan,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan optimistis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, penataan Pasar Pandansari dapat berjalan sesuai rencana. Pemerintah berharap pasar tersebut menjadi kawasan perdagangan yang lebih tertib, nyaman, aman, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani
Editor: Ramadani
BACA JUGA
