DPR Usul Fun Run Digelar Rutin di IKN, Dongkrak Sports Tourism dan UMKM Kaltim
NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Komisi VII DPR RI mengusulkan agar Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Fun Run secara rutin sebagai langkah mendorong pengembangan sports tourism dan wellness tourism di Kalimantan Timur.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).
Menurut Rahayu, IKN memiliki infrastruktur dan penataan kawasan yang sangat mendukung penyelenggaraan event olahraga masyarakat. Bahkan, suasana kawasan pada malam hari dengan pencahayaan yang tertata dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata kebugaran.
“Dengan lampu-lampu ini saya rasa desain lighting outdoor bisa sangat berpengaruh dan itu menjadi hal yang bisa kita dorong untuk adanya kegiatan-kegiatan wisata kebugaran atau wellness tourism, termasuk sports tourism,” ujarnya usai meninjau kawasan IKN bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman DPR.
Usul Digelar Setiap Tiga Bulan
Politikus Fraksi Partai Gerindra yang juga mengaku gemar mengikuti ajang Fun Run itu menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menurutnya, event lari akan menarik peserta dari berbagai daerah sehingga memberi dampak langsung bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kuliner, penginapan, transportasi hingga penjualan produk UMKM dan suvenir.
“Multiplier effect-nya luar biasa. Pertama mendatangkan wisatawan, yang kedua dengan datangnya wisatawan berdampak bagi UMKM, food and beverage, mungkin bahkan suvenir dan seterusnya. Itu akan menjadi daya tarik dan menambah nilai yang luar biasa. Saya rasa itu jadi satu kegiatan yang bisa diadakan mungkin setiap tiga bulan,” katanya.
IKN Diharapkan Jadi Gerbang Wisata Kalimantan Timur
Rahayu juga berharap IKN tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan, tetapi mampu menjadi pintu gerbang bagi wisatawan untuk menjelajahi berbagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan ke IKN dapat menjadi peluang bagi desa-desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah sekitar untuk mengembangkan potensi masing-masing.
“Kalau misalkan IKN ini bisa menjadi pemantik untuk membawa para wisatawan keliling ke daerah-daerah sekitar, itu menjadi insentif untuk desa-desa di sekitar IKN mengembangkan wisatanya masing-masing. Banyak hal yang saya rasa bisa dikembangkan untuk kembali lagi menghadirkan multiplier effect,” tuturnya.
Rahayu menilai kolaborasi antara pemerintah, Otorita IKN, pelaku pariwisata, dan masyarakat menjadi kunci agar IKN berkembang sebagai destinasi baru yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga pusat olahraga, wisata kebugaran, dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
