Hotel Novotel Balikpapan (booking.com)

Harga Kamar Hotel Melonjak Hingga 100 Persen, PHRI : Nanti Malam Hotel di Balikpapan “Meledak”

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Perhimpunan Hotel dan Restauran (PHRI) Kota Balikpapan menyatakan, pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan berdampak positif bagi tingkat hunian.

Ketua PHRI Kota Balikpapan Sahmal Ruhip memperkirakan akan terjadi “ledakan” tingkat hunian. Karena harga hotel bahkan sudah melonjak hingga 100 persen khususnya pada perayaan malam tahun baru.  

“Insya Allah Nanti Malam Hotel di Balikpapan “meledak” ini, pembatasan dicabut. Mudah-mudahan,” ujarnya, Sabtu (31/12/2022)

Dia mengatakan, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan pencabutan PPKM Jumat (30/12/2022), terlihat ada lonjakkan tingkat hunian di Kota Balikpapan. Bahkan mencapai 60 persen.  

“Saya kemarin beberapa hotel (di Balikpapan) itu ada 60 persen, yang tadinya 40 persen, ada peningkatan. Tapi nanti malam sudah jelas Balikpapan mungkin diatas rata-rata,” ujarnya.

Harga kamar hotel di Balikpapan bahkan terjadi kenaikkan rata-rata hingga 100 persen. Hal itu juga terlihat dari harga yang ditawarkan melalui online. “Ada yang naiknya sampai 100 persen,” ujanya.

Hanya saja tamu rata-rata warga lokal Kaltim seperti dari Samarinda, Bontang, Penajam Paser Utara (PPU) hingga dari Kalimantan Selatan (Kalsel) yang ingin merayakan malam tahun baru di Balikpapan.

Hal itu kata dia wajar, karena Kota Balikpapan bukan tujuan utama wisata di Kaltim atau Kalimantan. Warga Kota Balikpapan jsyru berlibur ke luar daerah, seperti ke Jawa ataupun ke Bali.

Bahkan saat libur Natal terjadi satu hari saja. Berbeda dengan di Jawa – Bali tingkat hunian melonjak hingga satu pekan. Karena merupakan tujuan wisata, seperti Bali ataupun Yogyakarta.

“Untuk tahun baru saja berbeda kita (Balikpapan) dengan di Jawa, karena di Jawa – Bali itu mulai Natal sampai tanggal 5 Januari itu harga sudah naik 100 persen,” ujarnya

Baca juga ini :  Potensi Kunjungan Hotel Diakhir Tahun Diprediksi Menurun

“Kalau kita kan paling pada tahun baru saja menaikkan tinggi. Nanti per Januari misalnya tanggal 2-3 itu sudah normal kembali. Karena ledakannya, sifatnya mendadak begitu aja,” ujarnya

“Dia bukan kota tujuan wisata seperti yang diharapkan. Apalagi senin sudah mulai sekolah anak-anak.”

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.