Harga Komoditas di Pasar Klandasan Stabil, Pasokan Kebutuhan Pokok Tetap Terjaga
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Harga berbagai kebutuhan pokok di Pasar Klandasan Balikpapan pada Rabu (29/7/2026) terpantau stabil. Berdasarkan pemantauan harian, tidak ada perubahan harga pada sebagian besar komoditas dibandingkan dengan hari sebelumnya, menandakan pasokan barang masih mencukupi dan aktivitas distribusi berjalan lancar.
Sejumlah komoditas strategis masih dipasarkan dengan harga yang relatif sama. Bawang merah dijual Rp55.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, beras medium berkisar Rp15.400 hingga Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp18.000 per kilogram.
Untuk kelompok cabai, harga cabai merah besar bertahan di angka Rp75.000 per kilogram, cabai keriting Rp52.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp42.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras masih Rp39.500 per kilogram dan daging sapi murni tetap Rp165.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti gula pasir dalam negeri Rp19.000 per kilogram, gula pasir merek Gulaku Rp21.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp20.000 per liter, serta minyak goreng Bimoli Spesial Rp24.000 per liter juga belum mengalami perubahan harga.
Di sektor perikanan, harga ikan tongkol masih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan ikan trakulu Rp80.000 per kilogram. Untuk komoditas sayuran, bayam dijual Rp11.000 per ikat, kangkung Rp9.000 per ikat, dan kacang panjang Rp15.000 per ikat.
Stabilnya harga kebutuhan pokok ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat menjaga daya beli sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang dalam menjalankan aktivitas usahanya. Kondisi tersebut juga menunjukkan distribusi barang dari daerah pemasok ke Balikpapan masih berjalan dengan baik.
Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Langkah tersebut penting agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga, terutama menjelang berbagai momentum yang berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat.
Sementara itu, pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya fluktuasi akibat perubahan cuaca, gangguan distribusi, maupun faktor eksternal lainnya. Dengan pemantauan yang berkesinambungan, pemerintah dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu.
Dalam daftar harga harian tersebut, hanya minyak goreng Bimoli Klasik yang tercatat bernilai nol. Kondisi ini diduga menunjukkan komoditas tersebut belum tersedia atau belum terdapat data harga pada hari pemantauan, sehingga tidak memengaruhi kondisi umum harga kebutuhan pokok di Pasar Klandasan.
Secara keseluruhan, stabilnya harga komoditas pada 29 Juli 2026 menjadi indikator bahwa ketersediaan bahan pangan di Balikpapan masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.***
Penulis : Dani/Sahabat.co.id
Editor : Ramadani
BACA JUGA
