BI Balikpapan Kembangkan Tiga Program Wakaf Produktif untuk Dorong Ekonomi Syariah
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu penggerak ekonomi syariah. Saat ini, BI Balikpapan tengah mengembangkan tiga proyek percontohan (pilot project) yang diharapkan mampu memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
Tiga program tersebut meliputi pengembangan peternakan ayam petelur di Pondok Pesantren Al-Banjari Kilometer 19 Balikpapan dan Kabupaten Paser. Program lainnya adalah pembangunan Water Treatment Plant di Balikpapan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, pengembangan wakaf produktif merupakan bagian dari program nasional Bank Indonesia. Program tersebut telah dijalankan sejak 2018 untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Menurutnya, sektor ekonomi syariah seperti fesyen muslim, kuliner halal hingga wakaf produktif memiliki potensi besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Ekonomi syariah merupakan salah satu pilar yang terus kami dorong. Salah satunya melalui wakaf produktif yang manfaatnya tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Robi kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Potensi Wakaf Masih Sangat Besar
Robi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf nasional mencapai sekitar Rp7 triliun. Namun, hingga kini sebagian besar masih berbentuk aset tidak produktif, seperti tanah untuk pemakaman, masjid, sekolah, maupun tempat ibadah.
Karena itu, BI Balikpapan bersama BWI berupaya mengubah pola pengelolaan wakaf agar mampu menghasilkan nilai ekonomi dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu contoh yang sudah berjalan adalah peternakan ayam petelur di Pondok Pesantren Al-Banjari. Dalam sekitar empat bulan, usaha tersebut mampu menghasilkan sekitar 80 kuintal telur per hari.
Produksi telur itu tidak hanya memenuhi kebutuhan santri, tetapi juga dipasarkan ke masyarakat. Bahkan, permintaan terus meningkat seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sekarang permintaan telur semakin meningkat. Ini menjadi peluang ekonomi baru bagi pesantren,” ujarnya.
Akan Diperluas ke Berbagai Sektor
Keberhasilan program di Pesantren Al-Banjari akan menjadi model untuk dikembangkan di sektor lain, mulai dari kelompok tani, nelayan hingga pelaku usaha berbasis syariah.
Meski demikian, Robi mengakui masih ada tantangan, terutama terbatasnya jumlah nazhir atau pengelola wakaf profesional. Karena itu, BI bersama BWI terus menggelar pelatihan guna mencetak nazhir yang kompeten.
Selain peningkatan kapasitas SDM, BI juga menggandeng sejumlah mitra seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), MUI, Kadin, hingga DPMPTSP untuk memperkuat pendanaan program.
Saat ini, kebutuhan dana pengembangan peternakan ayam petelur diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar. Sementara dana yang telah terkumpul baru sekitar Rp300 juta.
Robi berharap semakin banyak masyarakat, pelaku usaha, maupun komunitas yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan wakaf produktif sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Menurutnya, wakaf produktif bukan sekadar amal jariah, tetapi juga investasi sosial yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.***
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan
Editor: Rizki
BACA JUGA

