IKN Siaga Hadapi Ancaman Karhutla saat El Niño 2026, Otorita Aktifkan Sistem Deteksi Dini

simulasi pemadaman karhutla di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (11/7/2026).
Simulasi pemadaman karhutla di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (11/7/2026). (foto : Humas IKN)

NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño 2026.

Berbagai instansi dikerahkan dalam simulasi pemadaman karhutla di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (11/7/2026).

Simulasi tersebut melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, BASARNAS, dunia usaha hingga masyarakat. Tujuannya memastikan sistem deteksi dini, koordinasi lintas sektor, serta respons penanganan kebakaran berjalan cepat dan terpadu.

IKN Andalkan Aplikasi IKNOW dan Drone Thermal

Dalam simulasi, Otorita IKN memperagakan dua skenario penanganan karhutla.

Skenario pertama menggambarkan kebakaran yang terjadi di kawasan rimba kota KIPP IKN. Sementara skenario kedua mensimulasikan laporan masyarakat melalui aplikasi IKNOW.

Melalui aplikasi tersebut, warga dapat melaporkan dugaan kebakaran hanya dengan menekan fitur panic button. Laporan akan diterima secara real time di Nusantara Command Center sebagai bagian dari sistem early warning system.

Selanjutnya, petugas akan berkoordinasi dengan polisi kehutanan dan pemadam kebakaran untuk melakukan verifikasi sekaligus penanganan di lokasi.

Selain sistem pelaporan digital, Otorita IKN juga mengoperasikan drone thermal guna mendeteksi titik api secara lebih akurat, terutama di kawasan yang sulit dijangkau personel darat.

Basuki: Jaga Alam agar Alam Menjaga Kita

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan perlindungan kawasan hutan menjadi bagian penting dari pembangunan Nusantara sebagai kota hutan berkelanjutan.

“Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara,” ujar Basuki.

Kukar Catat Puluhan Hotspot, PPU Tetap Nihil

Data pemantauan menunjukkan wilayah delineasi IKN masih menghadapi potensi kebakaran hutan.

Pada Juni 2026, Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat 40 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah dan satu hotspot berkepercayaan rendah.

Memasuki Juli 2026, jumlah hotspot di Kutai Kartanegara meningkat menjadi 44 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, satu hotspot berkepercayaan tinggi, serta satu hotspot berkepercayaan rendah.

Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih mempertahankan status zero hotspot.

BPBD Kaltim Perkuat Koordinasi Antisipasi Karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim siaga bencana dan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi.

“Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi dengan Otorita IKN dalam upaya penanggulangannya,” ujarnya.

Mitigasi karhutla di kawasan IKN dilakukan melalui kolaborasi BPBD provinsi dan kabupaten, BMKG, BASARNAS, TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, badan usaha, hingga masyarakat.

Otorita IKN juga memperkuat peran Desa Tangguh Bencana dan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

Sumber : Humas IKN

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses