Intensifkan Penyisiran Wajib Pajak, Idham: Kami Utamakan Edukasi dan Kepatuhan

Kepala BPPDRD Balikpapan Idham

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Balikpapan terus mengintensifkan penyisiran terhadap wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Kepala Bapenda Kota Balikpapan, Idham, mengatakan penyisiran dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif kepada para wajib pajak.

“Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan masyarakat atau pelaku usaha. Kami lebih mengedepankan edukasi agar mereka memahami kewajiban perpajakan dan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan Kota Balikpapan,” ujar Idham, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, petugas Bapenda turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data objek pajak sekaligus memastikan informasi yang dimiliki pemerintah sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kami melakukan pencocokan data di lapangan. Kalau ada perubahan kepemilikan usaha, perubahan objek pajak, atau hal lainnya, semuanya kami perbarui agar data yang dimiliki Bapenda tetap valid,” katanya.

Menurut Idham, validitas data menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan sistem perpajakan yang adil dan akuntabel.

“Kami ingin seluruh wajib pajak diperlakukan secara adil. Karena itu, data harus benar dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, penyisiran juga menjadi momentum bagi Bapenda untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat pajak daerah.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, penerangan jalan, hingga berbagai fasilitas umum lainnya. Jadi manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” ungkap Idham.

Lebih lanjut, ia mengatakan Bapenda tetap mengutamakan pembinaan sebelum mengambil langkah penegakan aturan terhadap wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya.

“Kami memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk memperbaiki administrasi dan memenuhi kewajibannya. Pendekatan yang kami lakukan tetap humanis dan mengutamakan komunikasi,” ujarnya.

Idham berharap para pelaku usaha maupun masyarakat tidak menunggu hingga didatangi petugas untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.

“Kami mengimbau agar wajib pajak segera melaporkan dan membayar pajaknya tepat waktu. Kepatuhan masyarakat akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Balikpapan,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan peningkatan PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Pajak merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun daerah. Semakin tinggi tingkat kepatuhan wajib pajak, semakin besar pula kemampuan pemerintah membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik,” tutur Idham.

Menurutnya, Bapenda akan terus melakukan penyisiran secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus menjaga akurasi data perpajakan daerah.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan pendataan secara berkelanjutan. Harapan kami, kesadaran masyarakat membayar pajak terus meningkat sehingga Pendapatan Asli Daerah semakin optimal dan pembangunan Kota Balikpapan dapat berjalan lebih maksimal,” tutup Idham.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses