Israel Dilaporkan Siksa Para Aktivis Kemanusiaan yang Tergabung di Global Sumud Flotila

Aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan mengalami kekerasan fisik selama ditahan otoritas Israel usai kapal bantuan menuju Gaza dicegat di perairan internasional. (Foto: IG Global Peace Convoy Indonesia)

JAKARTA, inibalikpapan.com – Aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan mengalami kekerasan fisik selama ditahan otoritas Israel usai kapal bantuan menuju Gaza dicegat di perairan internasional.

Lembaga bantuan hukum HAM Israel, Adalah, menyebut sejumlah relawan mengalami pemukulan, sengatan listrik, hingga dipaksa berada dalam posisi tubuh yang menyakitkan selama penahanan.

Dikutip dari Anadolu dan Suara, jaringan inibalikpapan.com sedikitnya tiga aktivis dilaporkan harus menjalani perawatan medis akibat luka serius. Beberapa lainnya disebut mengalami patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas.

Tim hukum Adalah juga menerima kesaksian mengenai penggunaan alat setrum terhadap para tahanan serta perlakuan yang dinilai merendahkan martabat manusia.

Selain itu, sejumlah aktivis perempuan dilaporkan mengalami tindakan diskriminatif, termasuk pencopotan jilbab secara paksa oleh petugas penjara.

Saat dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod, para relawan disebut dipaksa berjalan membungkuk dan berlutut dalam waktu lama.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, sebelumnya mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis dalam kondisi diborgol dengan posisi wajah menghadap lantai.

Adalah menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan dan pelanggaran terhadap relawan sipil internasional yang menjalankan misi kemanusiaan.

Hingga kini, akses informasi terkait kondisi dan status hukum para tahanan masih terbatas.

Global Sumud Flotilla berangkat dari Marmaris, Turki, untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menembus blokade Israel. Namun armada tersebut dicegat militer Israel saat masih berada di perairan internasional.

Sebelumnya, konvoi serupa yang membawa ratusan peserta dari puluhan negara juga dilaporkan mengalami penyerangan di sekitar perairan Kreta.

Ada pula dari warga negara Indonesia. Sembilan WNI yang Israel tahan terdiri dari lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.

Kapal yang mereka tumpangi dicegat pasukan Israel di perairan internasional pada Senin (18/5/2026).***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses