Kepala SKK Migas Azhari Purna Tugas, Tinggalkan Jejak di Industri Migas Kaltim
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi, Azhari, akan mengakhiri masa tugasnya pada 1 Juni mendatang. Namun bagi Azhari, Kalimantan Timur bukan sekadar tempat bekerja.
Daerah ini sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup, keluarga, sekaligus pengabdiannya di industri hulu migas nasional.
“Setengah usia yang Allah kasih ke saya, saya habiskan di Kalimantan Timur. Daerah ini sudah jadi bagian kehidupan saya dan keluarga,” ujar Azhari saat acara perpisahan bersama insan media dan mitra kerja di Balikpapan.
Azhari memulai karier di industri hulu migas sejak 2001 bersama Unocal Indonesia di Balikpapan. Kariernya kemudian berlanjut ke SKK Migas Jakarta pada 2010, lalu mendapat amanah di Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) tahun 2016. Pada 2021, ia kembali bertugas di Kalimantan Timur hingga sekarang.
Balikpapan sendiri punya cerita tersendiri bagi Azhari. Salah satu anaknya lahir di kota ini. Ia mengaku banyak menyimpan kenangan bersama sahabat, rekan kerja, hingga masyarakat yang telah menjadi bagian perjalanan hidup keluarganya.
“Banyak kenangan baik yang tidak mungkin saya lupakan. Saya bersyukur Kalimantan Timur memberikan kehidupan yang baik untuk saya dan keluarga,” katanya.
Azhari Yakin Industri Migas Terus Tumbuh
Selama memimpin SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari mengaku bangga bisa ikut mendorong perkembangan industri hulu migas di Kaltim. Menurutnya, keterlibatan perusahaan lokal semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi ekonomi daerah.
Ia juga menilai Kalimantan Timur punya posisi strategis dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, terutama ditopang sektor energi dan industri besar.
Azhari optimistis masa depan industri migas di Kaltim masih sangat menjanjikan. Potensi cadangan migas di Selat Makassar dan Delta Mahakam disebut masih besar untuk menopang kebutuhan energi nasional.
“Beberapa tahun lalu industri migas sempat dikhawatirkan menurun. Tapi dalam lima tahun terakhir, potensinya kembali terlihat luar biasa,” ungkapnya.
Ia pun mengajak semua pihak, termasuk media, untuk terus menjaga iklim positif dan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya industri migas bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Usai purna tugas, Azhari akan kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan tugas di SKK Migas. Posisi yang ditinggalkannya akan dilanjutkan Haryanto Safri, yang sebelumnya bertugas di sejumlah wilayah kerja SKK Migas mulai dari Sumatera hingga Papua dan Maluku.
Azhari berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi yang selama ini terbangun tetap terjaga di bawah kepemimpinan baru.
“Silaturahmi jangan sampai putus. Kita tetap bisa bersama-sama membangun daerah ini lewat peran dan fungsi masing-masing,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Azhari menyampaikan pesan yang cukup menyentuh.
“Cinta terbaik adalah meninggalkan jejak kebaikan di tempat kita pernah tumbuh, bekerja, dan berbagi kehidupan bersama orang-orang yang tulus menerima kehadiran kita,” pungkasnya.***
BACA JUGA
