Kios Darurat Pasar Sepinggan Disiapkan, Rahmad: Jangan Ada yang Kuasai Lapak

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan penataan kios sementara bagi pedagang korban kebakaran Pasar Sepinggan harus dilakukan secara adil. 

Penyediaan tempat penampungan sementara (TPS) tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, tetapi juga memastikan seluruh pedagang terdampak memiliki kesempatan untuk kembali mencari penghasilan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pemerintah menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menyediakan kios sementara. Fasilitas tersebut disiapkan agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan sumber pendapatan setelah kebakaran melanda pasar.

“Melalui BTT, kita buatkan kios-kios sementara sehingga aktivitas perekonomian tetap berjalan. Ini penting karena menyangkut kebutuhan masyarakat,” kata Rahmad, Selasa (25/8/2026).

Namun, Rahmad mengingatkan agar pemanfaatan kios sementara tidak menimbulkan ketimpangan. Pedagang yang memang sebelumnya aktif berjualan di Pasar Sepinggan harus menjadi prioritas dalam mendapatkan tempat untuk kembali berdagang.

“Yang sudah berjualan di sana harus berhak mendapat kios untuk berjualan kembali di sana,” ujarnya.

Menurut Rahmad, keterbatasan jumlah kios membuat pemerintah harus melakukan penataan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pedagang. Fasilitas sementara tidak boleh dikuasai oleh pihak tertentu, terlebih jika hal tersebut membuat pedagang lain kehilangan kesempatan.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi adanya informasi mengenai pedagang yang keberatan menempati kios sementara karena sebelumnya memiliki lebih dari satu lapak. 

“Sementara itu, jumlah fasilitas yang disediakan pemerintah harus dibagi kepada pedagang terdampak lainnya,” akunya.

Rahmad menegaskan bahwa kios yang dibangun pemerintah merupakan solusi sementara untuk membantu pedagang melewati masa pemulihan, bukan sarana untuk mempertahankan penguasaan sejumlah lapak.

“Ini sifatnya sementara. Kita jangan memonopoli. Kita memang berhak mencari hidup dan mencari keuntungan, tetapi jangan sampai yang lain juga terabaikan,” katanya.

Dampak Dari Kebakaran

Ia meminta para pedagang mengedepankan rasa kebersamaan. Menurutnya, seluruh pedagang mengalami dampak dari kebakaran dan memiliki kebutuhan yang sama untuk kembali memperoleh penghasilan.

“Kita harus sama-sama, saling menutupi, sama-sama mencari makan,” ujar Rahmad.

Pemkot Balikpapan memastikan pedagang yang menjadi korban kebakaran dan sebelumnya aktif berjualan di Pasar Sepinggan menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam penempatan TPS.

Penataan sementara tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga agar aktivitas ekonomi di kawasan pasar tidak berhenti terlalu lama. Dengan kembali berjualan, pedagang diharapkan dapat memulihkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, pemerintah akan melakukan penataan kawasan agar aktivitas perdagangan ke depan dapat berlangsung lebih tertib. Proses pemulihan pasar tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali sarana yang rusak, tetapi juga pada pembagian ruang usaha yang lebih proporsional.

Rahmad berharap para pedagang dapat memahami kondisi tersebut dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi di tengah proses pemulihan bersama.

Menurutnya, keterbatasan tempat seharusnya menjadi alasan untuk saling berbagi kesempatan, bukan memicu persaingan antarpedagang. Pemerintah ingin memastikan kios sementara benar-benar menjadi jembatan bagi pedagang untuk bangkit setelah kehilangan tempat usaha.

Dengan penataan yang mengedepankan pemerataan, Pemkot Balikpapan berharap roda perekonomian Pasar Sepinggan dapat kembali bergerak, sekaligus memberikan kesempatan yang sama kepada pedagang terdampak untuk melanjutkan usaha.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses