Lahan 7 Hektare Disiapkan, Sekolah Rakyat Balikpapan Bakal Dibangun Terpadu
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan sekitar 7 hektare di kawasan bumi perkemahan.
Proyek tersebut ditargetkan masuk tahap pembangunan pada 2027 setelah proses administrasi dan sertifikasi lahan diselesaikan.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, sebagian kawasan bumi perkemahan akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Lokasi dipilih karena telah memiliki akses jalan yang dinilai cukup mendukung untuk menunjang aktivitas sekolah.
“Totalnya berapa bumi perkemahannya? Nanti kita akan kurangi 7 hektare untuk Sekolah Rakyat. Alhamdulillah, sudah ada jalan pendekat yang cukup stabil,” ujar Bagus, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, tahapan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah kota adalah memastikan status lahan. Sertifikasi menjadi prioritas agar lahan yang digunakan untuk Sekolah Rakyat memiliki legalitas yang jelas dan tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Balikpapan.
“Untuk pelaksanaan awal, kita prioritaskan mensertifikasikan lahan Sekolah Rakyat agar menjadi milik Pemerintah Kota. Usulannya sudah ada. Tinggal nanti kalau sertifikatnya selesai, mudah-mudahan pada 2027 anggarannya bisa turun,” katanya.
Setelah legalitas lahan rampung, Pemkot Balikpapan akan melanjutkan proses penganggaran dan persiapan teknis pembangunan. Rencana tersebut juga akan diselaraskan dengan usulan Dinas Pekerjaan Umum serta dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar sebagai gedung sekolah biasa. Kompleks pendidikan tersebut akan mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.
Miliki Sarana Olahraga
Konsep pendidikan terpadu itu juga dilengkapi fasilitas asrama atau boarding school. Selain ruang belajar, kawasan seluas 7 hektare tersebut direncanakan memiliki sarana olahraga dan berbagai fasilitas pendukung aktivitas siswa.
“SD, SMP, SMA terpadu. Ada ruang belajar, asrama, boarding school, kemudian sarana olahraga. Jadi benar-benar 7 hektare ini memberikan kemudahan siswa untuk belajar dan beraktivitas,” kata Bagus.
Program tersebut secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kelompok masyarakat ekonomi terbawah, terutama desil 1 dan desil 2.
Bagus mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang diakomodasi Pemerintah Kota Balikpapan. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus menambah kapasitas fasilitas pendidikan di daerah.
“Sekolah Rakyat itu diperuntukkan bagi masyarakat desil 1 sampai desil 2. Ini juga merupakan program pemerintah pusat yang kita akomodasi karena selama ini kita masih kekurangan sekolah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan fisik akan dilakukan melalui penyedia jasa konstruksi dengan mekanisme kontrak resmi. Tahapan pekerjaan meliputi pematangan lahan, pembangunan gedung sekolah, asrama, sarana olahraga serta fasilitas pendukung lainnya.
Dengan konsep kawasan pendidikan terpadu, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi fasilitas yang tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga menyediakan lingkungan pendidikan yang lebih lengkap bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pemkot Balikpapan kini menempatkan penyelesaian status lahan sebagai langkah awal agar rencana pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan dan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
